USAID PRESTASI Scholarship Programme Wujudkan Mimpiku Ke Luar Negeri (Amerika)

Hari pertama Pre Academic Training di Jakarta
Sejak menduduki bangku perkuliahan, keinginan untuk kuliah ke luar negeri telah terpupuk dengan baik. Karena tiap ada kesempatan untuk apply beasiswa ke luar negarei pasti akan ku manfaatkan. Tak peduli ke negara mana aku akan dibawa, terpenting adalah merasakan kuliah di luar negeri.

Tapi, semua tak berjalan sesuai harapan dan keinginan. Berbagai beasiswa yang ku lamar tak kunjung membawakan kabar bahagia. Totalnya ada 53 beasiswa yang ku coba. Tapi, dewa keberuntungan tak kunjung berpihak. Di lain kesempatan akan ku ceritakan bagaiamana perjuanganku dan tahap-tahap apa saja yang berhasil ku lalui saat melamar 53 beasiswa itu. Karena postingan kali ini aku hanya ingin mengulas tuntas tentang beasiswa yang berhasil membawa ku ke Amerika. Beasiswa itu berama USAID PRESTASI.

Beasiswa USAID PRESTASI (Program to Extend for Sustainable Impact) merupakan program bantuan pendidika yang diberikan oleh Badan Pembangunan International Pemerintah Amerika kepada negara-negera berkembang, Bangladesh, India, Philippine, Indonesia dan lain-lain.

Tujuan dari program ini tentunya untuk membantu individu, organisasi/institusi dengan jalan mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kapasitas yang dapat mendukung pembangunan Negara Republik Indonesia secara sustainable disemua lini, seperti Pendidikan, Ekonomi, Lingkungan, Kesehatan, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

 Sejak 2007 sampai dengan sekarang telah memberi manfaat untuk 334 orang pemuda Indonesia, baik program shortcourse maupun long term seperti yang saya dapatkan sekarang. Kalau shortcourse biasanya hanya berlangsung dua tau tiga minggu baik dalam maupun luar negeri.

To be honest, USAID PRESTASI tidak pernah masuk dalam list beasiswa yang ku inginkan. Selain  karena aku kurang update dengan beasiswa ini, jumlah alumnus di Aceh yang terbatas, dan alasan lainnya semakin menguatkan ku untuk tidak melamar beasiswa ini. Meskipun ternyata, 2014 silam saat aku berkunjung ke Kendari dan Wakatobi aku sempat diskusi dengan penerima beasiswa ini.


Di sisa waktu yang semakin dekat dengan tanggal pengumpulan berkas. Jika tidak salah hanya tersisa tiga minggu. Aku menyiapkan semua berkas pendaftaran. Salah satu temanku, bang Al, alumnus pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar Raniry, ternyata sudah beberapa langkah di hadapan. Berdua dengannya, lalu ku coba mulai download and mengisi form pendaftarannya. Di EDU USA UIN Ar Raniry, tampak tiap hari scholarship hunter terms berdatangan dan semuanya mengisi aplikasi ini. Hal ini jujur saja semakin membuat pesimisku memuncak. Bukan karena pengalaman ku yang kurang, tapi berbagai kegagalan sebelumnya membuatku semakin sadar akan siapa diri ini. Bahkan aku sering menyalahkan diri sendiri dengan mengatakan "how stupid you are, Aula.."


Jadilah, 2017 silam saat suasana hati sedang galau-galaunya dan bahkan hampir menyerah karena beasiswa Australian Award Scholarship (AAS) dan beasiswa universities ke Taiwan tidak berhasil. aku mencoba beasiswa ini. Hal ini dikarenakan saat selesai shalat isya, aku bertemu orang tua dan meminta izin beliau untuk mengubur mimpi kuliah ke luar negeri dan mendaftar ke calma negeri saja. Tapi, beliau tidak ingin aku menyerah. Dengan lesu dan sembari memberi semangat kepada ku, belie berkata "kalau dalam negeri sayang yaaa. Coba sekali lagi" Aku yang berdiri di samping beliau saat itu merasa sangat bersalah melihat wajahnya yang sedih. Sehingga, ku luruskan niat ku in gin mendaftar beasiswa ini hanya untuk mewujudkan senyum di wajahnya. Tak ada niat lain.


Tak terasa one minggu left untuk pengumpulan beasiswa ini. Di saat yang bersamaan, banyak hal yang belum ku selesaikan. Salah satu yang terbesar adalah recommendation letters. 


To be continued to Perjuangan mendapatkan Surat Rekomendasi untuk beasiswa USAID PRESTASI
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

0 Comments:

Posting Komentar

Thank you for read and comment on my blog.