Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 8 August 2017

Pre-Event Saman Pengawal Leuser di mata Lily si Gadis asal Taiwan

Aula Andika Fikrullah Albalad


Suasana Taman Sari, Banda Aceh sore 5 Agustus begitu syahdu. Gemuruh awan hitam yang sedang bertarung di atas sana, tak menyurutkan semangat masyarakat untuk hadir ke taman kebanggaan masyarakat, Banda Aceh yang saat itu sedang berlangsung pre event Saman Pengawal Leuser, di inisiasi oleh USAID Lestari.

Sambil menikmati somai goreng yang saya beli selepas shalat ashar, di Mesjid Raya Baiturrahman, mata saya tertuju pada seseorang. Perawakannya begitu beda diantara pengujung lainnya. Sekilas pikiran saya mengatakan bahwa mereka adalah pendatang.






"Hi," sapanya.

Hi, I am Aula, you?” balas saya

“Lily, el ai el wai, Lily.” Sambil menunjukkan ukiran inai di tangan kirinya.

"Bukan Indonesia." Kata hati saya. 

Saat mengetahui Lily bukan asal Indonesia, dan baru pertama kali ke Indonesia. Saya nyeleneh  dan kemudian menanyakan pertanyaan sejuta umat  kepadanya, "Lily, are you coming to Banda Aceh for a week. What are you doing here?"






Nothing, Aula. We are just enjoying Indonesia" pungkasnya singkat.

"So, how do you feel now. I mean about the event" pertanyaan sejuta umat kedua.

Lily tampak sedikit terkejut, kala pertanyaan ini saya utarakan. Namun ia mencoba tenang meskipun dari patu wajahnya ia tampak kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya itu dalam bahasa inggris.

Lily masih tampak belum begitu familiar dalam berbahasa Inggris, itu tampak saat iya berbicara sedari awal. Namun, ia tetap ingin mengungkapkan kekagumannya akan acara yang dihandle oleh AK Production Event.


Sembari sekali-kali melihat hp miliknya, Lily menyatakan bahwa yang " Saya sangat takjub dengan acara ini. Desain taman yang kreatif. Seakan-akan saya sedang berada langsung di gunung itu sehingga sangat mendukung kampanye penyelamatan akan gunung itu," imbuh singkat Lily.

Belum juga saya menarik nafas. Lily kembali menyambung, "Alam Indonesia itu sangat bagus dan asri, Aula. Sangat disayangkan apabila di kemudian hari terjadi pembabakan liar. Mengingat alam merupakan satu-satunya tempat bernaung satwa-satwa langka. Aceh dan Indonesia patut bangga dengan itu. Saya sebagai warga asing, melihat ini sebagai emasnya dan permata berharga. Andai, di Taiwan sana ada hal seindah dan sebagus Leuser. Saya tidak dapat membayangkan betapa bahagianya masyarakat di sana. Tapi, apa mau di buat. Indonesia jauh lebih beruntung. " Terang Lily dan saya cuma teu tahe-tahe 






Unik dan Kreatif!

Lily mengatakan bahwa dua kata di atas cukup mewakili akan konsep acara pre event Saman Pengawal Lesuer yang digagas oleh USAID Lestari dan AK Production event. Saya sendiri pun menerka bahwa acara ini bukanlah sekedar ceremonial biasa. Terlebih, kala itu saya mengetahui bahwa malam nanti akan akan ada pementasan flashmob oleh 90 penari Saman yang terdiri dari siswa perwakilan SMA di Banda Aceh dan Aceh besar serta masyarakat umum.

Wah, tentu akan semakin menarik acara ini.

Bukan hanya flashmob tari Saman saja yang menghiasi pre event saman pengawal leuser ini. Sejak sore hari saat saya berbincang dengan Lily. Lomba mewarnai untuk anak TK dan SD juga berlangsung, di saat itu pula ada talkshow inspiratif bertema kyang di hadiri oleh pakar ternama, yakni Ampon Yan dan Rajabahri. Tidak berpuas dengan ini saja, Usaid Lestari seperti paham betul bahwa ini era technology, hingga jauh hari sebelumnya mereka juga menyelenggarakan lomba blog, video dan foto bertema merawat konservasi. Yang pengumuman ke semua lomba itu akan diumumkan sesudah penampilan Tari Saman di Taman Bustanul Salatin, ini.

Benar adanya, mengawal Leuser bukanlah kewajiban masyarakat yang ada di kawasan itu saja. Tapi menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. Karena titah manusia diciptakan oleh Allah adalah sebagai khalifah. Bukan hanya untuk manusia itu sendiri, tapi juga untuk seluruh makhluk Allah yang lain. Dunia ini, salah satunya.



 Jangan sampai kita semakin menebal dompet pribadi lantas mengorbankan kehidupan yang lain. Jika itu terus terjadi, maka tidaklah pantas kita diberi kesempatan untuk hidup. Sebab, manusia yang baik adalah yang selalu membawa manfaat untuk yang lainnya.


"Aula, nice to see you. Bye," Bye dari Lily, si gadis Taiwan berkerudung ungu itu mengakhiri kebersamaan saya di Taman Sari, sore itu.

Lily


Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

9 Comments:

  1. Ternyata kemarin pas Aula menghilang dari tenda GIB, rupanya ngikutin Lily, hahaha. Semoga Pra Saman Pengawal Lueser juga sependapat di mata semua orang. Really fantastic (Y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, bukan Aula yang ngikutin, ka Yel. Tapi si Lily, kayaknya dia mau perbaiki keturunan deh. Makanya nyari cowok yang eksotif. Biar hitam putih ntar anaknya. Hahahah.

      Aaamiiin, insya Allah akan tercapai

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Curi saja hati Lily nya....
    Wkwkwkwk..

    Note :

    Kenapa gak di buka saja, kolom komentarnya untuk semua kategori. Jangan hnya komentar Google.
    Biar bisa kita bagi backlink...

    Trimks.

    Salam | #Sikonyol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencananya gitu, tapi jarak memisahkan. #macamiya hahahah


      Terima kasih, insya Allah nanti akan diolah lagi tampilan blog ini, semoga semakin baik dan indah untuk dinikmati

      Delete
  4. Ka tingat keu Dek Lily.... ehm ehmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, karena dek Lily itu laksana purnama yang mengintari malam minggu.

      Delete

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib