Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 15 August 2017

Pakar Public Speaking, Saifuddin Bantasyam, ditantang ngeblog oleh blogger

Aula Andika Fikrullah Albalad
Saifuddin Bantansyam, dalam presentasinya di flash blogging, Kominfo. 


Kemarin, Selasa, 15 Agustus 2017, 50 blogger Aceh dipaksa ngumpul oleh Kementeri Informasi dan Komunikasi di bawah Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik di Permata Hati Hotel, Ulee Lheu, Banda Aceh.

Seperti biasa, dua per tiga penghuni ruangan yang berukuran 12*5 meter ini, tak lain adalah masyarakat gaminong blogger atau yang lebih akrab dengan sebutan GIB. Berkumpulnya para blogger kece ini di dunia nyata tak lantas menghilangkan kebisingan di group watsap. Tapi malah sebaliknya.

Selain Gaminong Blogger, ada juga blogger lain seperti Aceh Blogger Community (ABC), Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, yang berpartisipasi di acara ini.

Sejak awal dapat undangan, saya dengan terpaksa harus ngasih tau ke teman-teman, blogger, bahwa saya akan telat. Mengingat harus ke kantor urusan agama, Darul Imarah untuk ngurus persiapan menikah kakak. Ada rasa kecewa karena tidak dapat hadir tepat waktu, selain udah komit dengan diri sendiri sejak lama untuk selalu intime. Materi yang akan  disajikan juga sudah pasti renyah dan menarik. Betapa tidak, Kominfo sponsor utamanya. Kebayang dong..

Ternyata, waktu masih berpihak kepada saya. Karena acaranya molor hampir. Kalau ngelirik di group watsap, ini disebabkan karena menunggu pejabat. As usual, kalau kata saya mah. Berdamai dengan waktu, masih menjadi MoU yang sulit dilakukan.

Selain menulis kreatif, oleh Kak Andi dari beritagar.id. Ada Pak Saifuddin Bantasyam, pakar publik speaking, yang sekaligus akademisi Universitas Syiah Kuala, yang memberi materi dalam acara Flash Blogging ini. Pak Saif yang hadir pada sesi II ini menjelaskan tentang peran serta anak muda di Indonesia lebih khususnya di Aceh dalam menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang maju. Kontribusi para penulis untuk selalu mempositifkan Indonesia adalah salah satu harapannya, siang itu.

"Kemampuan menyajikan tulisan yang renyah meskipun temanya berat, harus bisa dilakukan oleh blogger. Siapa audience dan readers kita harus sudah kita ketahui. Agar tulisan lebih bernas" tutup dosen Fakultas Hukum, Unsyiah ini. 

"Bagaimana caranya agar kita mampu menyajikan tulisan yang ringan meskipun temanya berat, pak" tanya Ihan, sang editor salah satu portal ini.

Pria yang lahir 56 tahun silam itu pun menjawab, bahwa pada dasarnya menulis itu sama dengan berbicara. Kata yang kita keluarkan harus mampu diterjemahkan oleh pendengar. Dalam menulis pun demikian.

Tak puas dengan jawaban itu, pemilik laman www.ihansunrise.com ini kemudian kembali menyelutuk, "maaf pak, apa bapak punya blog?"

Sontak, pertanyaan ka Ihan ini membuat pakar publik speaking ini terkejut. Raut wajah dan body language yang hadir ketika itu, mengisyaratkan bahwa ia kaget. Saya bisa merasakan itu. Alis yang naik ke atas, garis dagu yang berkerut semakin mempertegas hal itu. Saya yang kala itu duduk di bangku paling belakang, cepat-cepat bangun dan setengah berdiri untuk melihat momen ini.

"Saya tidak punya blog, tapi saya menulis. Ada banyak karya tulis yang saya tulis. Termasuk hari ini, presentasi yang saya sajikan ini tidak asal saya tulis. Tapi perlu pendalaman mini riset. Kalau disajikan di blog, saya rasa akan banyak sekali postingannya" jawab pak Saif membela diri dan sesi pun berakhir. 

Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

0 Comments:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib