Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Wednesday, 9 August 2017

Dinas Pendidikan Dayah Aceh fasilitasi 40 santri ilmu komputer

Aula Andika Fikrullah Albalad
Doc.pribadi
Secangkir es teh menghiasi meja warung kopi Duek Pakat, Lamteh. Saya yang masih disibukkan dengan laporan harus merelakan kehangatan duduk di warung kopi itu lenyap. Sementara Irfan dan Akhi, dua sahabat saya yang masih jomblo ini, sesekali menghibur diri dengan mengecek notifikasi di telepon pintar milik mereka.

"Lon izin, untuk lon angkat telepon siat beh," pinta saya ke mereka

Dan seperti biasa, Irfan menyelutuk "sibuk that goo," 

Dari layar telepon Nokia X302 yang saya genggam, terlihat nama yang tidak asing. Hingga kemudian Tanggal 08-12 Agustus, ada kegiatan apa Aula. Na undangan nyoe dari Dinas Pendidikan Dayah...” sapa ummi dari kejauhan.

Izin lon kabari entrek malam, jet Ummi.” Izin saya


Secara kebetulan, buku agenda yang biasanya selalu tersedia di dalam tas. Tidak saya bawa pada sore itu. Jadinya saya menunda menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh pimpinan yayasan Nurul Ilmi, Meunasah Kalud, Aceh Besar ini.


Yaa, sedari 2011 dulu, saya telah mengiikrarkan diri untuk well-time management. Meskipun tak jarang, teman-teman sering mengejek akan hal ini. Label a, b dan c sudah sangat sering saya nikmati. But I enjoy every detail it. Karena, saya yakin ke depan ini akan sangat bermanfaat untuk pribadi yang maju dan sekitarnya.


Malamnya, takut jika menganggu, akhirnya saya sms kembali Ummi, dan menyatakan kesediaan saya untuk ikut. Setelah sebelumnya memastikan bahwa di tanggal yang disebutkan oleh Ummi saya tidak ada satu agenda apapun. 

Penyematan tanda peserta



Berbicara tentang era globalisasi sekarang ini, keberadaan telepon pintar sebagai bagian dari teknologi sangatlah membantu memudahkan kehidupan manusia. Teknologi hari ini, telah memaksa kita semua akrab dengan yang namanya android dan bahkan komputer. Bagi mahasiswa, keberadaan laptop atau komputer adalah kebutuhan primer yang wajib dipenuhi tanpa bisa kompromi.

Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Aceh, di bawah kepemimpinan Bapak H Bustamin Usman, sepertinya paham dengan betul. Bahwa transformasi dari manual ke sebuah sistem haruslah dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Termasuk dalam hal ini, para pegiat keagamaan (tgk/santri). Jika tak dibekali. Maka anak-anak didik DPD akan ketinggalan seribu langkah. Jika sudah begini, saya yakin, pak Bus  juga yang akan kewalahan dalam mereaslisasikan program-program kemasyarakatannya.

Berangkat dari kekhawatiran ini lah, sebanyak 40 santri dayah se-Aceh digaet untuk ikut pelatihan komputer, 08-10 Agustus 2017, bertempat di International Sulthan Hotel, Peunayong, Banda Aceh.

Pak Bus, selaku Kadis Pendidikan Dayah Aceh, dalam kata sambutan yang dibacakan oleh sekretarisnya menyebutkan bahwa, "era teknologi informasi saat ini telah berhasil mengubah segalanya menjadi lebih instan, sebut saja. Jaman kami dulu, mengetik harus dengan mesin tik, yang jika salah ketik satu huruf saja maka akan susah. Berbeda dengan sekarang, saat mengetik dan salah cukup tekan backspace atau delete saja. Jadi tgk-tgk dan ummi-ummi semoga bisa memanfaatkan pelatihan ini dengan baik, sehingga ada yang bisa dibawa pulang ke pondoknya masing-masing. Insya Allah, makan sehari tiga kali, snack dua kali, dan akan ada uang saku dan transport saat selesai acara nanti" tutup beliau dan disambut gelar tawa dari kaum berpeci itu.

Saya yang saat itu, duduk di bangku paling depan juga ikutan tersipu senang dan sangat sepakat dengan pernyataan ini. Terang saja, pesantren dalam peradaban masyakarat Aceh telah melakukan sumbangsih yang sangat besar. Pesantren bukan lagi sekedar rumah  bagi santri yang menimba ilmu di dalamnya. Tetapi, ia telah mentransformasi diri menjadi lembaga amal bagi sejuta umat. Setiap lini persoalan bangsa dan negara dibahas di sini. Sebut saja, ilmu agama dan detailnya yang sudah menjadi makanan pokok, ekonomi, politik, dan kemasyarakatan. Maka sangat disayangkan jika kemudian, besarnya kontribusi yang telah diberikan oleh pesantren bagi kemajuan peradaban manusia tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas penghuni di dalamnya, terutama sekali berkaitan dengan manajemen administratif.
Here my best.



Sebagai pribadi yang concern dan memiliki ketertarikan di bidang Instructional/educational technolgy, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Dayah Aceh, yang telah mau mengelontorkan sedikit dananya untuk menjembatani kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat pesantren. Semoga saja, pelatihan ini masih dapat dilanjutkan dengan materi-materi yang lebih up to date, seperti design grafis and bahkan how to design  the learning-teaching activities by using technology etc.

Coba saja kawan-kawan baca sejumlah jurnal di laman ini,  insya Allah akan semakin gigeh untuk mentransformasikan technology dalam pendidikan di pesantren. Next post, insya Allah saya akan posting proposal penelitian yang telah saya selesaikan terkait dengan isu ini. Mohon doanya, semoga para penyedia beasiswa gigeh untuk menerima saya. Amiiin.


Atau, Dinas Pendidikan Dayah Aceh bersedia menyekolahkan pendidikan magister saya untuk menekuni di bidang ini, masya Allah sujud syukur walhamdulillah wasubhanallah dah jika niat ini bisa terealisasi.  Berhubung, masih belum ada penyedia beasiswa ke luar negeri yang bersedia menerima saya dan juga belum ada alumni pesantren yang menekuni bidang ini... Insya Allah, after completing my master program saya siap abdi dengan baik untuk agama, bangsa dan negara. Pastinya, kemajuan pendidikan wabil khusus pendidikan di pesantren di Aceh bukan lagi sebuah isapan jempol di siang bolong.



Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

2 Comments:

  1. Pesantren mau tidak mau, suka tidak suka juga harus melek teknologi, karena dengan pendekatan tekonolgi bredakwah jadi lebih mudah dn efisien

    ReplyDelete
  2. Sepakat, kak Ihan. Teknologi tidak boleh lagi dilihat sebagai barang "haram", tapi sebaliknya. Harus dihalalin.

    ReplyDelete

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib