Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 27 June 2017

Lampasi Juara Harapan 3 Pawai Takbir Idul Fitri tingkat Prov Aceh

Aula Andika Fikrullah Albalad

"Dengan total nilai 253 jatuh kepada peserta dengan no undian 23 group Raudhatul Asyarah, gampong Lampasi sebagai Juara Harapan Tiga Pawai Takbir Keliling tingkat Provinsi Aceeeeeh" ucap sang dewan hakim di pelataran Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Rintihan hujan dan sekali gelegar bunyi petir menjadi petanda bahwa alam begitu turut bersuka cita atas kemenangan ini. Alhamdulillah ala kulli hal. Perjuangan tak sia-sia pikir ku. Meskipun di awal-awal perjalanan harus bermandi cemoohan. Tapi akhirnya, ada hasil atas kesabaran itu.

Iya, ramadhan lalu.

Aku bersama dua orang anak muda di Lampasi, mencoba untuk merealisasikan impian ini. Sudah tiga tahun terakhir sebenarnya, aku ingin mengikutkan Lampasi dalam ajang Pawai Takbir Keliling ini. Maka tahun ini, bermodal keinginan besar dan nekat itu. Kuberanikan diri menerobos tembok kekakuan itu. 
Pembentukan tim inti di malam pertama bahkan mendapat kritikan keras. Mereka sedikit menghardik dengan alasan kenapa tidak ada koordinasi. Padahal target ku, hanya penguatan tim inti dan selanjutnya akan ada rapat akbar penyampaian visi dan misi dari tim ini. Ah, tapi apa daya. Sudah terlanjur terendus bahwa kami tidak koordinasi. Ku biarkan saja mereka mencaci. Tujuanku saat itu hanya satu, kata LAMPASI harus bergema di corong Mesjid Raya Baiturrahman. Banda Aceh. 


Demi tujuan itu, maka kutinggalkan semua agenda pribadi. Tawaran A, B dan C yang datang silih berganti dengan hormat ku tolak. Alasan cuma satu tidak mau, fokus utama untuk membawa pulang piala bukan atas nama pribadi untuk tingkat Aceh hilang. Selama ini, alhamdulillah telah mampu mengukir untuk diri sendiri. Sekarang saatnya untuk mewujudkan kalimat yang pernah disampaikan oleh John F Kennedy, dont ask what your country have done for you. But ask what you have done for your country.

Lika-liku yang terjadi selama persiapan menjadi hiasan pembentukan tim ini. Puncak dan paling kacau itu adalah di malam H. Komandoku tidak begitu terdengar baik untuk sebagian. Panggung utama yang dengan terpaksa teralihkan. Ah, plan A dan B yang sudah tersusun, menjadi berantakan. 
Geram, pasti!
Marah,  gak bisa dikompromi!

Tapi, kembaliku ingat target awal. " Lampasi" sebagai kampong ku dibesarkan, harus mengema bkn sebagai individu tp sebagai kesatuan. 

Bismillah, semoga kekacauan yang terjadi on the stage tidak terendus oleh panitia apalagi dewan juri.

Awan yang kian menghitam di atas hal MRB menjadi saksi. Bagaimana cemasnya hati ini. Apakah aku berhasil membawa tim ini atau malah akan gagal? 

Hingga akhirnya, perjuangan membuahkan hasil kala dewan juri menyebutkan total nilai 252 sebagai juara harapan 3 Pawai Takbir Keliling Tingkat Provinsi Aceh jatuh kepada group Raudhatul Asyarah asal Lampasi. Alhamdulillah, I deserved it. 

Berhasil untuk menyakinkan semua bahwa komandan itu perlu dan harus clear.  Prinsip yang ku pegang erat cuma satu PEKERJAAN HARUS DIBERIKAN PADA AHLINYA. Tidak boleh mereka yang mengerti A, kita berikan pekerjaan Z, dia yang memahami X kita berikan B. Tapi, A harus diberikan ke A.  B harus diberikan B. Begitu seterusnya.  Walau yang terjadi c, d, e bahkan sampai penimbunan budgeting yang dipermainkan oleh oknum yang ku percayai. Aku tetap mencoba cek sedetail mungkin walau tidak berhasil sampai ke akar-akar. Tapi sudah ku coba utk melakukan transparansi but I failed. Mereka lebih jago memainkannya.


Jika ada yang bertanya, lebih mudah mana mengomandoi orang kampung atau organisasi di luar? Maka jawaban ku adalah ke duanya memberikan pelajaran dan pengalaman tersendiri.  Berhadapan dengan orang kampung, maka hal yang harus diperhatikan adalah tatanan dan gaya bahasa, yang mungkin harus lebih disederhanakan. Lebih indahnya jangan memakai dan bahkan mencampur dengan kosatkata bahasa asing, karena akan membuat diskusi tidak berlangsung dengan baik. Yaaa, akhir-akhirnya komando hilang. Hal kedua, yang tak boleh dilupakan juga dan sudah menjadi hal yang wajib diterapkan oleh setiap pimpinan adalah lebih sering mendengar dibandingkan berbicara. Rule sebagai leader lebih mengarahkan bukan menentukan. Namun jika jalur sudah di luar batas, maka sikap leader harus di keluarkan agar suasana tidak semakin runyam. Kontrol, merupakan hal ketiga yang harus di perhatikan juga. Meskipun ada orang yang sudah kita percayai bukan berarti kontrol kita hilang. Leader harus mampu memahami semua sudut dan memperbaiki setiap sudut itu jika terjadi kebocoran.

Hal-hal di atas adalah beberapa poin yang terterapkan kala memimpin tim dari gampong ini. Alhamdulillah, perjuangan awal itu membuahkan hasil. Bahkan banyak pihak yang memberi masukan membangun untuk tim ini. Seperti, salah satu qari Aceh yang sudah melanglang buana di dunia Pawai Takbir dan tarikan suara, yakni Ust Alamsyah, Lamteumen yang menyarankan " jika ingin mempertahankan dan bahkan meraih juara yang lebih baik. Maka sebaiknya poin yang 40% itu kalian perhatikan. Selebihnya group kalian sudah sangat baik, tidak ada celah untuk dikalahkan oleh tim lain" sebutnya setelah pembagian hadiah kala itu.

Benar adanya apa yang beliau sampaikan itu, ku lihat tim-tim yang kembali menorehkan juara adalah mereka yang mempertahankan poin 40% ini bahkan banyak yang menyewa pemain luar kampungnya untuk menyempurnakan poin 40% ini. Masya Allah..benar maksimal merekanya.

Ini daftar pemenang Pawai Takbir Keliling tingkat Provinsi Aceh 1437 H
1. Juara 1 Pemuda Gampong Neuhen,  Aceh Besar
2. Juara 2 Remaja Mesjid Gampong Peuniti, Banda Aceh
3. Juara 3 Pemuda Mibo, Banda Aceh
4. Juara Harapan 1 group Ruhul Fata, Ajun, Aceh Besar.
5. Juara Harapan 2 group Pemuda Engking, Aceh Besar.
6. Juara Harapan 3 group Raudhatul Asyarah, Lampasi, Aceh Besar.


Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

10 Comments:

  1. Selamat berlebaran ya dan suasana takbiran seru sekali. Apalagi dgn bedug yg khas suaranya krn dibuat dari bahan-bahan tertentu. Kalau sekarang apa masih ada atau tergantikan dengan musik dan sound system?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat belebaran bg Azhar. Masih ada satu dua kendaraan yang menggunakan alat band, namun panitia melarang keras.

      Delete
  2. Selamat ya mas Andika :)

    deddyhuang.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih Koh..

      Ayu, belebaran di Aceh. Pasti beda dengan di Medan

      Delete
  3. Ada lomba pawai keliling juga, makin meriah yaa lebarannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ada pawai. Jadi lebih kerasa bahwa hari kemenangan itu datang.


      Masyarakat berbondong-bondong nyaksiin ini. Masya Allah indah sekali. Ayoo mba ke Aceh..

      Delete
  4. Selamat ya Aula. Sesuatu dari sebuah kompetisi menimbulkan rasa bahagia. Semoga semakin baik penampilannya di tahun mendatang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba, perjuangan ku masuk enam besar alhamdulillah diizinkanNya.

      Aaamiin, semoga kekompakan kami semakin baik juga.

      Delete
  5. wah, di aceh juga ada daerah dengan nama Lampasi ya, kampung Babang namanya juga lampasi di Payakumbuh, Sumbar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. Kok bisa kebetulan gini ya bang?

      Asyiik. Sekayak pengen ke sana nih hehhehe

      Aniwey, lampasi itu dua kata aceh yang dipadukan. Kalau diartiin ke Indonesia. Maka akan menjadi " dalam pasir" gitu. Hihihi

      Delete

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib