Header Ads

Pustaka Unsyiah Akhir Dari Segala Pencarian

Siapa sangka, pencarian selama bertahun membuahkan hasil.

Saat SD dulu, ruang kepala sekolah menjadi ruang menepi kala istirahat tiba. Paling banyak tiga orang, itu pun sudah dengan si kepala sekolah. Tumpukan buku di sana menjadi alasan ruang ini ku pilih. Ketika menginjak kaki di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2008 silam, gudang sekolah adalah ruangan yang setia ku kunjungi. Meski hanya di temani oleh seorang guru berkacamata yang tebalnya hampir 4 cm tak lantas memudarkan semangat  ku dan dua teman untuk berlama-lama di sana. Siswa lainnya lebih memilih kantin dan lapangan voli sebagai tempat tongkrongan mereka kala itu. Telah ku coba ajak mereka untuk mengubah haluan, dari kantin menjadi pustaka. Tapi tidak berhasil!

"Apek, panas, banyak aturan, pengap" menjadi alasan yang kerap teman-teman lontarkan.

Tak ubahnya di waktu SMP. Kala menempuh pendidikan di madrasah aliyah dan di awal bangku perkuliahan pun, pustaka masih juga menjadi rumah hantu. Wajar, jika kemudian mereka yang sering mengunjungi pustaka mendapat predikat super unik yakni penghuni rumah hantu, si buta dari rumah hantu, si kutu buku dan lain sebagainya.

Atas dasar pengalaman ini lah, saat mengikuti serangkaian proses pemilihan Raja Baca Aceh 2014 silam, dalam tahapan tes tulis. Dengan gamblangnya ku jawab pertanyaan "  Apa yang harus dilakukan agar pengunjung pustaka betah berlama-lama di pustaka?"

Jawaban yang mengantarkan ku sebagai Raja Baca Aceh 2014 itu adalah suatu pustaka akan menjadi tongkrongan pilihan dan favorit apabila pendingin ruangan berfungsi dengan baik sehingga pengujung tidak kepanasan, tata letak buku dirapikan, semua ruangan memiliki akses terhadap internet, cat dinding harus lebih eye catching, koleksi buku yang up to date  dan yang tak kalah penting pegawainya harus lebih friendly serta mampu melayani kebutuhan pengujung dengan baik. 

                                    "Pucuk di cinta ulam pun tiba!






Retetan kata yang ku padukan di atas lembaran A4 itu, kini dengan mudahnya ku  nikmati di Pustaka Unsyiah.

Dr Taufiq Abdul Gani. S.Kom. M. Eng. Sang maestro yang telah menyulap rumah hantu itu menjadi pilihan tongkrongan masyarakat Unversitas Syiah Kuala dan Aceh. Pustaka Unsyiah, bukan lagi sekedar ruangan dengan sejuta buku. Namun lebih dari itu, Pustaka Unsyiah kini telah mentransformasi diri sebagai Ratu Sejagat yang kecantikannya mampu membuat semua mata tertuju padanya.


Gedung Pustaka Unsyiah, tampak dari depan sumber: detakunsyiah.com

Aceh yang terkenal dengan kota 1000 warung kupi (warkop) tak luput dari perhatian sang kepala UPT. Beliau tau bahwa local wisdom ini merupakan bonus yang harus dilirik oleh dunia akademik. Maka sudut berukuran tak lebih dari 12*5 meter yang terletak di kanan pintu masuk, ia pilih sebagai ruangan untuk menyediakan aneka olahan kopi Aceh. Hadrah Company menjadi partnernya dalam menyebarkan aroma harum sang biji hitam ini. Hadirnya warkop ini sekaligus menegaskan dan menjawab tantangan yang diberikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala yang menantang mahasiswa untuk minum kopi di pustaka.

Penulis sedang berdiskusi ria bersama Atase Pendidikan Thailand, Dr Yunardi. M.Sc  di warkop Pustaka Unsyiah

Menoleh lima derajat ke kanan, kita akan ngelihat panggung mini dan dinding yang terbalut dengan ornament yang begitu menawan. Ini lah TKP-nya Relax & Easy, sebuah pertunjukan seni yang hadir tiap rabu siang, 14:30:15:00 WIB. Siapa saja tanpa terkecuali bisa dengan mudah menyalurkan hobinya di ajang paling bergengsi ini. Mau atraksi sulap, nyanyi, puisi, stand up comedy atau bahkan lamar si dia. Its oke, for free kok!


Pengenalan Duta Baca Unsyiah 2017 pada acara relax and easy

Sang kepala UPT atau yang lebih akrab disapa Pak Topgan bersama punggawanya ini, paham dengan baik bahwa mereka tidak sedang melayani generasi yang oleh Baby Boomer disebut generasi X (lahir tahun 1965-1980) melainkan mereka sedang melayani generasi Y yakni generasi yang banyak menggunakan teknologi komunikasi instan, seperti email, sms, dan media sosial.

Just klik

Jangan malu untuk ask a librarian

Karenanya free access internet for unlimited mereka hadirnya di semua ruangan. Tentu ini sangat menunjang produktivitas para pengunjung, yang notabennya adalah mahasiswa dan dosen dalam menyelesaikan tugas penelitian mereka. Hadirnya aplikasi UILIS juga semakin memudahkan pengunjung mencari referensi semisal tesis dan jurnal. Cukup klik UILIS dari gengaman, maka kita sudah bisa full access ke e-theses and dissertation, Journal Unsyiah, OPAC, Science direct, Springer, PQDT Open, Proquest, Unsyiah Union Catalogue, dan E-Resources Perpustakaan Nasional.



aplikasi UILIS yang bisa dengan mudah kamu dapatkan di playstore


Untuk kamu yang belum memilikinya bisa klik disini


Bagi yang belum terbiasa dengan hal diatas, tetap tenang, karena masih bisa meminjamnya melalui Self Loan Station (sistem peminjaman mandiri). Atau mau memperbanyaknya, silakan ke petugas. Dua mesin fotocopi yang tersedia di bawah tangga lantai 1 dan di depan cafeteria cukup membuat bahan yang kamu perbanyak selesai dengan cepat.

Petugas sedang melayani pengunjung


Sebagai upaya mempertahankan mutu,  pustaka Unsyiah juga menyediakan emoticon yang bisa kamu gunakan tiap harinya

Selain antri, kamu juga bisa meminjam buku menggunakan mesin peminjaman mandiri. Tampak pengunjung sedang mengoperasikan self loan system

Kemudahan ini pada dasarnya turut mendukung bagi mereka yang ingin mengadakan pertemuan-pertemuan serupa seminar/workshop. Pustaka Unsyiah kembali menyejukkan hati kita semua dengan menyediakan ruang seminar di Lantai 1 dengan kapasitas 150 orang, di lantai 2 berkapasitas 30 orang dan di lantai 3 yang bisa diisi oleh hampir 150 orang dan paling penting its free! Tinggal mengirim surat permohonan pemakaian tempat dengan menyertakan tanggal pemakaian dengan jelas, maka apabila ruangan kosong maka dengan leluarsa bisa menikmati segala fasilitasnya (sound system, penyejuk ruangan, infocus, layar dan lain-lain).


Pengunjung sedang sibuk dengan segala aktifitasnya

Sofa empuk ini tersedia di lantai 1
Bahkan sepengalaman penulis sendiri, pihak pustaka bersedia menyediakan publikasi acara berupa banner berukuran 4*5 m, spanduk, makanan dan minuman serta uang saku untuk pematerinya. Yaaa, kalau di rupiahkan mencapai angka lebih dari setengah juta rupiah. Tentu sangat membantu untuk sebuah kegiatan yang diorganisir oleh organisasi kemahasiswaan.

Ruang kedap suara yang saking nyamannya bisa membuat kamu lupa kalau sedang di pustaka

Tersedia juga galeri mungil yang menyediakan aneka cinderamata


Pengunjung sangat sadar kalau kerapian adalah yang utama

Pengunjung sedang memperhatikan salah satu koleksi galeri

Selain itu, tayangan tv edukasi yang tertempel dengan baik di dinding sebelah kiri pintu masuk semakin mengupgrade wawasan pengunjung. Channel Natgeowild  penulis lihat adalah program yang tiap hari menghiasi layar kaca ini.


TV layar datar di dinding kiri pintu masuk

Aneka perubahan yang tercipta di Pustaka Unsyiah ini tak lantas membuat pengelolanya berpuas diri dan hanya mengayuh kaki.  Tapi sebaliknya mereka terus memantaskan diri untuk mewujudkan visi UPT Perpustakaan Unsyiah di 2018 sebagai Perpustakaan yang terkemuka dan berdaya saing di Asia tenggara.

Sebagai pengunjung setia, penulis sangat yakin jika misi ini akan tercapai dengan baik, terlebih melihat aneka proses dan kerja keras yang dilakukan oleh tim yang dinahkodai oleh doktor Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala ini. Namun untuk mempermulus perjalanannya, berpatokan pada misi diatas, penulis menyarankan ada baiknya jika pengumuman yang disediakan oleh perpustakaan, seperti saat mengingatkan akan tibanya waktu shalat,  istirahat menjelang magrib, penertiban pengunjung, dan lain-lain selain di umumkan menggunakan bahasa ibu pertiwi (bahasa Indonesia) maka juga ditambah dengan menggunakan bahasa international (Inggris). Jadi wujud nyata menjadikan pustaka yang Go-International akan lebih terasa. Yaa, hitung-hitung untuk membuat mahasiswa terbiasa, jadi skill listening mereka semakin terasa.Dan angka 550 akan dengan mudah mereka catat di sertifikat TOEFL.


Serah terima sertifikat ISO kepada Rektor Universitas Syiah Kuala didampingi oleh Ka. UPT Perpustakaan Unsyiah
sumber: okezone.com
People person!

“Orang sukses adalah mereka yang bisa mengajak orang lain untuk sama-sama meraih sukses” kalimat ini penulis dapatkan saat menghadiri sebuah acara di Depok, September 2013 silam.

Ini lah yang di lakukan oleh pak Taufiq. Keberhasilan ia bersama tim dalam meraih sertifikat ISO bagi Pustaka Unsyiah ia sebarkan kiat-kiatnya untuk yang lain.  Ia tidak ingin jika segala kesuksesan yang telah ia raih sejak 28 juni 2016 ini hanya untuk dinikmati oleh Unsyiah semata.

Berikut ini daftar sebagai pembicara Ka. UPT Perpustakaan Unsyiah sejak 2013-sekarang yang penulis dapat dari hasil wawancara dengannya beberapa waktu lalu

Tabel rincian undangan sebagai pemateri UPT Kepala Perpustakaan Unsyiah


Pustaka Unsyiah hadir tidak hanya menjadi angin segar bagi dirinya sendiri, namun kehadirannya juga menguntungkan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh dan daerah sebagai tempatnya bernaung.

Mari kita perhatikan bersama-sama!

Semenjak Unsyiah hadir di bumi syariat Islam ini pada awal 1961 silam. Ia tak ubahnya hanya sebuah institusi pencetak sarjana semata. Seiring berjalannya waktu, inovasi-inovasi terus diciptakan hingga pada akhirnya mimpi para founding father Unsyiah yang menginginkan kampus ini tidak hanya menjadi Kampus Kebanggaan Aceh semata pun berhasil digapai. Kado dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di penghujung 2014 silam yang secara tegas menyatakan bahwa Unsyiah memperoleh akreditasi A dari sebelumnya C adalah bukti konkret bahwa Unsyiah benar-benar mewujudkan diri sebagai kampus kebanggaan Aceh. Prestasi ini bukan lah sebuah hasil tanpa kerja keras.  Tentu ada ratusan liter keringat yang tumpah di dalamnya.  Kolaborasi elemen masyarakat Unsyiah menjadi kuncinya. Tentu sertifikat yang disahkan oleh Drs. Muh. Syarif Bando, MM ini menjadi salah satu faktor utama bagi Unsyiah untuk bergabung ke dalam tiga universitas di luar Jawa yang berhasil meraih akreditasi A.

Kehadiran Pustaka Unsyiah bagaikan seember air di tengah teriknya matahari. Ia hadir membawa secercah harapan bagi sekitarnya. jati dirinya tak lagi dianggap sebagai beban melainkan sebagai asupan utama bagi sebuah kesuksesan. Sebagaimana yang postingan sang Ka.UPT di laman akun facebook miliknya mengatakan bahwa, untuk pertama kalinya dalam rapat dengar pendapat komisi E senat Universitas Syiah Kuala, pihak Pustaka Unsyiah yang diwakili oleh pak Taufiq hadir sebagai pihak yang dimintai ide cemerlangnya. Tentu bukan sebuah pekerjaan mudah untuk bisa mencapai semua ini. Tanpa kerja keras dan kerja nyata, semua ini hanya lah hayalan semu semata.

Rapat dengar pendapat bersama Komisi E
Sumber: Facebook.com/taufiqabdulgani
Sebagai putra daerah yang baik sudah menjadi kewajibannya untuk membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik. Kontribusi Pustaka Unsyiah tidak hanya untuk Unsyiah, ia turut hadir secara langsung dalam mendukung Aceh sebagai daerah yang baru saja memenangkan predikat World Best Halal Destination.

Hadirnya sejumlah visitor mancanegara seakan mempertegas kontribusi Pustaka Unsyiah dalam mendukung dunia pariwisata di Bumoe Seramoe Mekkah ini.

1.     Kunjungan University Selangor (UNISEL), Kolej Universiti Islam Selangor (KUIS) dan Universiti Perubahan antarbangsa (IMU) Ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 02 Juni 2014. Jam 08.30 Wib (7 Orang).

2.     Kunjungan Sempena Program pengembaraan USIM Global Islamic Students Outreach (GISO) 2016: Here a Voice Of Care (Havoc), Banda Aceh. Pada Tanggal 24 Agustus 2016 Jam 09.00-14.00 Wib (19 orang).

Bahkan pejabat negara sekelas dubes pun tak sungkan untuk singgah di gedung tua ini. Dia lah dubes Korea yang hadir dan turut menyumbangkan lagu dalam acara relax and easy beberapa waktu lalu.

Pustaka Unsyiah telah menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Kunjungan lembaga luar negeri itu turut menambah daftar panjang kunjungan sekolah/universitas luar Unsyiah ke Pustaka Unsyiah.

Berikut sekolah/universitas dalam negeri yang melakukan study banding ke Pustaka Unsyiah:

3.     Universitas Jabal Ghafur Sigli Magang di perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 18 februari s.d 04 Maret 2013,
4.     Kunjungan Mahasiswa Politeknik Negeri Medan ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 18 Februari 2016. Jam 14.30 Wib.
5. Kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Cot Langsa Ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 20 Februari 2016. Jam 09.00-10.00 Wib.
6. Kunjungan Siswa/i Kelas XII IPA /IPS MAN Sabang  Ke Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. PadaTanggal 11-17 April 2016. Jam 08.30-12.30 Wib (30 Siswa).
7.     Mengikuti Kegiatan Domestic Non-Degree Training Pada Project 7in 1 Unlam Tahun 2016 Berupa Magang pada Program Pedoman Sistem Layanan Perpustakaan berbasis Digital Universitas Lambung Mangkurat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pada Tanggal 22-29 Mei 2016.
8.   Kunjungan mahasiswa/i Fakulti sains dan Teknologi (FST), Islamic Science university of  Malaysia pada Tanggal 24 Agustus 2016. Jam 10.00-13.00 Wib.
9.   Kunjungan Siswa/i Madrasah MA Sabang Negeri Sabang  Ke Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. Pada Tanggal 19 April 2017. Jam 08.30-10.30 Wib (50 Siswa).

Semoga dengan segala fasilitas dan kenyaman yang kini terdapat di Pustaka Unsyiah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penghuninya, baik itu para mahasiswa dan dosen, dalam menunjang salah satu poin tri darma perguruan tingginya maupun oleh masyarakat Aceh pada umumnya. 

Setau penulis, sebagai orang yang suka bergelantungan ke hampir seluruh pustaka, terutama yang ada di Aceh dan beberapa pustaka yang ada di luar Aceh dan pulau Sumatra,  Pustaka Unsyiah adalah satu-satunya pustaka dengan predikat terbaik, terlengkap dan ternyaman yang pernah ada di Nusantara.


Akhir kata, #AyoKepustaka #Ayomembaca #Acehberjaya #pantangpulangsebelumdiusir 


http://library.unsyiah.ac.id