Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 4 April 2017

Lawatan Sejarah Daerah (LASEDA) part 1 : Bukan sekedar lawatan

Aula Andika Fikrullah Albalad




" Jleep "kurang lebih begitu lah bunyinya. Terlihat di layar kaca laptop Asus, milik saya. Sebuah email masuk. Tak lama kemudian, hp nokia yang saya beli sejak 2011 lalu itu juga berbunyi. 

"Assalamu'alaikum, email berisikan surat undangan sudah kami kirimkan ke emailnya Bapak. Terima kasih" sebut nomor tak bernama itu. Segera saja saya buka kotak masuk

" Assalamu'alaikum Wr. Wb
Bersama ini kami lampirkan surat peserta aktif
untuk keg. LASEDA 2017 di Kota Sabang tanggal 29 Maret s.d 1 Apr 2017.
Demikian kami sampaikan untuk segera ditindaklanjuti,atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalam,

BPNB Banda Aceh
"
Demikian bunyi emailnya. Wah, dapat undangan dari BPNB Aceh. Tanpa berpikir panjang, saya langsung menekan tombol reply dan mengetik

" Wa'alaikumussalam.
Terima kasih untuk kiriman surat undangan dan rundown acaranya.
Salam "

Balasan email ini juga sebagai tanda persetujuan keikutsertaan saya memenuhi undangan BPNB Aceh ini. Tidak butuh waktu lama untuk mikir terima atau tolak undangan ini, apalagi yang buatnya adalah BPNB. Karena saya tau bahwa kegiatan yang mereka adakan tidak pernah rugi dan sarat akan banyak pelajaran serta pengalaman yang berharga.

Iya, tahun lalu. Saya juga dapat undangan dari mereka untuk hadir dalam kegiatan Workshop Diplomasi Budaya Damai, yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh dalam kapasitas sebagai Duta Damai Aceh.

Terbukti, acaranya sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan. Alhamdulillah, saya menjadi peserta yang selalu hadir di awal waktu dalam setiap sesinya. Belum lagi berkisah tentang para experts yang hadir. Berbekal pengalaman Workshop Diplomasi Budaya Damai itu lah, undangan kali ini tidak membuat saya malu untuk menerimanya.

Hari H pun tiba.

Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menjadi lokasi meeting point saya bersama peserta lainnya yakni para adik SMA se-Aceh dan Sumatra Utara. Beberapa staff pegawai BPNB selaku panitia Workshop Diplomasi Budaya Damai, tahun lalu juga tampak berdesakan bersama adik-adik SMA ini mengantri menuju kapal.

45 menit tak terasa, tiba saja Kapal sudah menepi di dermaga Balohan, Sabang. Belum juga habis lahapan bacaan, udah harus keluar dari kapal. "Welcome to Sabang 'again' Aula" ucap saya dalam hati. Hehehe, maklum. Pertama kali ke Sabang tahun 2015, itu pun karena momentum KKN Kebangsaan. Selepas KKN, baru ini kaki saya kembali melangkah ke sana.

Banyak perubahan yang terjadi di Balohan ini. Padahal baru setahun saya tidak bertemu dengannya. Tapi udah semakin cantik saja riasan Sabang ini. Masya Allah, sungguh indah  ciptaan Mu Yaa Rabbi, Ya Allah Yang Maha Indah.

Saat sudah tiba di sana, semua peserta di arahkan menuju mobil mini bus untuk selanjutnya di antar ke penginapan dan bersiap - siap untuk acara pembukaan yang menurut yang tertera di Rundown yang dikirim panitia, bertempat di Auditorium Kantor Walikota Sabang.

Ruangan Kantor Walikota, Sabang. Siang itu mendadak berubah menjadi ruang kelas. Putih Abu Abu menjadi warna dominan disana. Adik adik SMA dari penjuru Aceh dan Sumut ini tampak begitu antusias untuk mengikuti pembukaan Lawatan Sejarah Daerah (LASEDA) yang oleh ibu Arini Dewi, selaku Kepala BPNB Aceh Sumut dalam kata sambutannya menyebutkan bahwa, ini LASEDA yang ke 15.

Tarian ranup lampuan oleh adik-adik SD N 1 Sabang menjadi awal dari serangkaian kegiatan ini.
Lenggak lenggok gemulai jemari mereka yang memperagakan proses memetik sirih hingga menghidangkannya begitu menyejukkan mata.

Diskusi pun tiba.
Tampak hadir di meja di atas panggung 4 orang pemateri.

Ada wanita yang wajahnya tidak begitu asing bagi saya, yakni Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Ibu Dra. Triana Wulandari, M.Si. Yangg pada akhirnya saya ingat bahwa jumpa dengan beliau itu ya di Wokrshop Diplomasi Budaya Damai beberapa waktu lalu. Selanjutnya ada dosen Univ Syiah Kuala, kala masih berstatus mahasiswa dulu, sering banget ketemu beliau di lobby fakultas, pak Mawardi Umar. M.Hum. 

Di kiri beliau, duduk sang moderator, yang begitu piawai memainkan suasana yang di dominasi oleh abg ini. Tepat di sebelah kiri pak Bustami, sang moderator. Duduk dengan penuh santai mas-mas yang saya ajak ngobrol setiba di penginapan dan dalam perjalanan menuju TKP. Eh, tau-tau beliau adalah pemateri. Mas Stanov namanya, wong jowo yang kini menjabat sebagai Kepala Balar Medan. Perawakannya sama sekali tidak menunjukkan sebagai pemateri, jadinya saya ngelantur tanpa malu dengannya dalam perjalanan menuju lokasi acara. Eh tau tau adalah experts. Sugeng agung mas Stanov hehehehe.
Pemaparan ke empat pemateri sangat mengasyikkan, namun jika boleh jujur materi yang disampaikan oleh mas Stanov dan bg Albina merupakan juaranya...

Apa yang dibahas mas Stanov dan bg Albina?, insya Allah akan saya posting segera

Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

4 Comments:

  1. nah loh! kira-kira mereka akan bicara apa ya? hahaha
    penasaran menunggu pembahasan mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mereka tidak berbicara tentang jodoh bg. Kalau gak, saya udah dibuat baper jadinya. :(

      Insya Allah akan sy posting dalam waktu dekat hehehehe

      Delete
  2. yang keren itu pas masuk masalah pelabuhan sabang masa lalu.. beuuuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat. Semacam menohok gitu infonya.. I will write later bg. hihihih

      Delete

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib