Header Ads

Bahasa si- Mahasiswi 2016: Inikah Cerminan Pendidikan Yang Salah Arah???





"Assalamwrbw, bg sy XXX anak bimbingannya buk XX, jadi buk XX ada bilang sama ibuk xx auruh jumpain abg untuk minta bahan-bahan 
skripsi abg karena skirpsi sy berhubungan dg ripsi ab jadi buk XX suruh sy 
pelajari skrip ab, terimakasih"



 Sebuah pesan masuk ke akun line sy, yg tak beberapa detik selanjutnya sy balas "Waalykumussalam dk, boleh dk..." Belum habis sy mengetik, kemudian si mahasiswi dengan inisial R ini langsung membalasnya "Kira2 kapan abg ada waktu dan di mana sy bisa jumpain abg tuk ambil fileny?"



Waduh!!



 Saya pun dibuat heran dengan gaya komunikasi mahasiswi ini. "File apa yang mau diambil? sy sdg dii.." sebut sy



"File skripsi trus kuesionernya bg, kan ada buk XX tefn ab 
kemarin itu bg dan kira2 bisa abg kirimkan filenya lewat email aja bg? alsnya

sy jauh bg" sambil menyebutkan tempat tinggal dia





Yang perlu bantuan sy atau siapa ya?


"Bisa dijelaskan terlebih dahulu dengan jelas, skripsi sy mau diapakan?" tegas sy kepada si mahasiswi ini. 

"Judul sy berhubungan dengan jadi yaitu kecerdasan srpiritual
jafi ibuk suruh sy mempelajari skirpsi ab.." balas si mahasiswi yang ternyata saya mulai mengetahui jika ia salah orang. 


"Skripsi sy bukan SI melainkan emotional inteeligence" pungkas sy



"Iyaaaaa, tapi kan berhubungan bg, tp ya udahlah bg kalau 
mmg ngak abg kash ngak apa bg. Maaf menganggu belumny bg, terima kasih
jwb si mahasiswi ini dengan nada kesal



 Saya mau ketawa rasanya, saat membaca balasan si mahasiswi ini. Sy tidak mau melepas tangan begitu saja, lantas sy tanyakan ke

dia "apa judul skripsi nya dk? jika berkaitan dengan SI silakan byk
baca2 disitus XX" sebut saja



Dan anda semua tau apa yang dibalasnya


"Y" itu saja. Sungguh tidak sopan saya rasa.


Adik-adik semua, kesopanan adalah faktor utama dalam menunjang

karier seseorang. Tanpa kesopanan siapa pun dia, baik itu anak keuchik kah,
anak bupati/walikota, gubnernur atau bahkan presiden sekali pun. Jika ia tidak
sopan jangan berharap ia akan diterima dalam masyarakat.



 Dalam kasus yang baru sy alami diatas, jelas saja sy tidak mau memberikan secara cuma-cuma skripsi yang telah sy kerjakan selama hampir 9 bulan ini. Apalagi jika itu yang diminta adalah softcopinya.



Bukan saya tidak mau membantu si mahasiswi ini, hanya saja gaya komunikasi yang ia gunakan sungguh tidak mencerminkan bahwa dia adalah sosok yang terdidik dan siap menjadi seorang sarjana.



Coba diperhatikan komunikasi diawal ia menyapa saya. Pada awalnya dia menyatakan ingin menjumpai sy untuk mempelajariskripsi sy. Yang kemudian secara tiba-tiba dia ingin mengambi file-file skripsi sy lengkap dengan kuisionernya. Belum lagi ketika saya tanyakan yg ternyata skripsi dia sama sekali tidak berhubungan dengan skripsi sy. Dia membahas Spiritual Intelligence dan sy membahas Emotional Intelligence.
Untuk kalian semua, jika ingin meminta bantuan kepada orang lain. Sebaiknya gunakan bahasa yang santun dan sopan. Perlihatkan bahwa kalian adalah sosok yang terdidik dengan baik. Mulailah dengan salam. Perkenalkan diri walaupun kalian sudah saling kenal. Sampaikan persoalan dengan baik, lantas tanyakan solusinya seperti apa saya yakin, semua orang pasti akan membantu. Tapi jika kesopanan tidak kalian acuhkan, mohon maaf sy tidak akan memperdulikan siapa anda!



Semoga postingan ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Salam sukses penuh prestasi.