Header Ads

Indonesia Tidak "Pernah" Miskin dari Orang-Orang Suka Berbagi dan Baik



Google.com
Pagi tadi, sekitaran pukul 11 siang. Saat matahari tengah baiknya berbagi kehangatan yang dimilikinya kependuduk dibumi. Ku meluncur dari gedung ICT Taiwan, Univ Syiah Kuala menuju prodi Pend Fisika, yang terletak di gedung baru FKIP lantai II untuk mengurusi letter of enrollment yang ku perlukan untuk kelengkapan berkas beasiswa ke salah satu universitas yang ada di Eropa bagian timur. Sesampai diruangan prodi, lantas saja ke meja petugas ADM untuk mengeprint surat tersebut dan sekalian ku mintai TTD kepala jurusan Pend Fisika yang secara kebetulan sedang membaca sebuah dokumen yang lumayan penting menurut ku. Hal ini tergambar jelas dari raut wajahnya yang sarat akan kekhusyukan.
Sret. Dua lembar kertas dengan ukuran A4 telah semakin rapi dengan adanya bubuhan tanda tangannya.

'terima kasih banyak Bapak' ucap ku sambil pamit meninggalkannya dan kembali duduk diatas kursi diruangan prodi.
Sambilan duduk membereskan kertas itu. Ku kembali membaca dua kertas A4 yang kini sudah mendapat bubuhan TTD sang kepala prodi.
Astagfirullah!
'bg, ada yang salah ini. Harusnya university bukan universitas syiah kuala. Tolong diprint ulang boleh bg..' ucap ku lirih.
'oke' tak lama 2 kertas kembali keluar dari kotak berwarna hitam itu.
Dengan sedikit malu-malu 'Pak maaf, kembali TTD nya. Karena tadi ada yang salah Pak' minta ku ke kepala prodi yang baik itu.
Tak lama kemudian, masuk salah seorang dosen Pend Fisika yang bahasa inggrisnya tak pernah diragukan lagi. 'Ini Ms, yang pernah sy tanyakan beberapa hari lalu' sambil menyodorkan 2 kertas yang tak lagi putih itu. 'Owh, surat keterangan aktif' ucapnya sambil dengan saksama membaca kata tiap kata dilembaran itu. 'Physic pakai S Aula, dan was born' sambil meminta bolpen pada ku.
Setelah ditambahkan 4 huruf itu 'Dk, softcopynya masih ada? Tolong diprint lain boleh. Tadi ada grammar yang kurang' sambil berjalan menuju mesin print itu.

Hehehe, cengar-cengir ku sambil menahan malu.
Hadap lagi ke kepala prodi untuk ketiga kalinya. Alhamdulillah, kepala prodi ku ini tidak seganas aaah ntah lah. Kalau seganas aaah ntah lah mungkin sudah dimutilasi saya ini. Betapa tidak, udah ngeprint 6 lembar plus TTD pula sebanyak enam lembar. Apa gak kebas tangannya. Alhamdulillah, niat mulia Allah indahkan.
Selesai satu perkara ini, lantas ku pamit sama dua dosen itu dengan sebelumnya memohon doa agar aplikasi ku menarik hati para judges. Aaamiiin.

Tak lama ku kendarai si greng-greng sang 'model' cantik yang sudah sejak SMP menemani keseharian ku. Baik dikala duka ataupun suka. Dengan tujuan kembali ke gedung ICT.
Namun, sambil menikmati pancaran terik matahari tengah hari tiba-tiba saja hal yang tidak ku inginkan terjadi.

'KRAK!' bunyi yang sangat keras hadir dari belakang. Sepersekian detik dari bunyi dentuman keras itu motor ku tak dapat lagi berjalan.
INNALILLAHI..
Ya Allah, jangan sampai. Karena saat ini uang dalam saku hanya tersisa tak lebih dari 90 ribu. Adapun dalam ATM juga sudah menjerit kesakitan.
aulaalbalad.blogspot.com
#AyokeAcehBesar


Tanpa pikir panjang, ku coba cagak dua dan dengan cepat ku alihkan mata ku menuju ban belakang.

ASTAGFIRULLAH yaa Raaaab.
Rantainya lepas dan masuk ke sela-sela gerigi dengan shot belakang.
Ya Allah!
Terik matahari plus motor mogok berat lengkap sudah hari ini.
Lantas kemudian, ku buka bagasi dan ku ambil satu perkakas yang aku sendiri tidak tau akan fungsinya. Yang terlintas dalam otak saat itu hanyalah ketok rantai hingga bisa lepas dan ku rekatkan seperti sedia kala kemudian seret ia ke bengkel terdekat yang jaraknya tidak kurang dari 150 meter. Soalan tolak, itu bukan masalah. Tapi jika harus ganti dengan rantai yang baru itu yang akan jadi musibah. 
Tok tek tok, terus ku coba ketok rantai agar sesegera mungkin bisa lepas. Karena, disaat yang bersamaan baju ku telah hampir bisa diperas dan kemudian dijemur. 
Iyaa, hampir dua puluh menit berjemur dibawah matahari belum lagi ditambah otak yang terus mencari jalan keluar jika rantainya harus diganti dengan yang baru. Dimana harganya tidak kurang dari dua ratus ribu rupiah. Allah!
Tak berapa lama, berhentilah seorang bapak yang jika kulihat dari perawakannya umurnya tak kurang dari 50 tahun.
'coba digoyang kesamping' katanya pelan
'han jet pak, rot rante *tdak bisa pak, rantainya lepas.' jawab ku.
Dan kemudian dia terdiam untuk beberapa saat.
'ada perkakas yang lain?' tanyanya
owh, ternyata ia tak berkomunikasi dlm bahasa Aceh.
'sayangnya tidak pak'

setelah itu, ia keluarkan palu dan lingis dari karung yang dibawanya.
Dibantunya, kami mencoba melawan keganasan sang rantai yang sepertinya sangat nyaman dengan posisi terbarunya. Alhamdulillah, lima belas menit kemudian sang rantai juga mengakui kehebatan sang bapak.
Dan ia pun mau kembali ke kedudukan awalnya.
Basi-basi dengan si bapak plus ku ucapkan ribuan terima kasih atas bantuannya lantas kami pun berpisah tanpa sempat berkenalan satu sama lainnya.
Lantas, saya kembali mengendarai si greng-greng dengan kecepatan yang kurang dari 2KM/H. Namun secara tiba, ditengah kepadatan kendaraan. Si rantai kembali berulah dan akhirnya lepas lagi dari posisi nyamannya. 
Ini tak mengapa ku pikir, yang menjadi masalah adalah ia lepas tepat ditengah-tengah jembatan Lamnyong!
Gara-gara saya, kemacetan sempat terjadi tak kurang dari dua menit. Dengan sigap ku kembali cagak dua dan ku kembalikan ke posisi semula.

Penuh dengan kehati-hatian, Alhamdulillah sampai juga ia ke bengkel yang terletak di depan Pustaka Wilayah. 
Heheh, tersenyum gembira jika melirik ke sudut kanan gedung itu. Ternyata sampai sekarang, sosok pria yang dibalut dengan pakaian adat Aceh berselematkan selempang "RAJA BACA 2014" masih membumbung tinggi menghiasi sebuah baliho disana. Iyaa, itu foto ku yang sejak 2014 lalu menghiasi halaman Pustaka Wilayah, Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh ini.

'Bang, neupeukrat rantai bacut *bang tolong dieratkan rantainya yaaa' sapa ku ke abang2 dibengkel itu.
'Han jet ta peukrat lee dek nyoe, payah ta koh *tak bisa kita eratkan lagi dek ni harus kita potong' balasnya
Cenut cenut hatiku saat itu, kalau tidak mungkin dipotong dan harus diganti dg yang lain okelah. Tapi ku akan coba lobi untuk digantikan dengan yang second2 aja, jgn yang baru. Karena kalau yang baru dompetku tidak mengizinkannya.
Krek krek krek, selesai!
Rantai sudah jauh lebih bagus dan tapak rem belakang pun sudah oke. 
Alhamdulillah, cuma 50 ribu!
Itu artinya, masih ada sisa 40 ribu lagi dalam kantong ku. Yang masih bisa kupergunakan minimal untuk minyak motor dan menempel ban jika ia bocor. Heheh, ia ban depan ku sudah mulus bukan main. Sedikit saja kena yang runcing-runcing innalillahi sudah lah.

Dengan mengendarai si greng-greng ini pulang, ku terus berpikir. Allah memang mencoba ku untuk terus berpikir dan bertindak kreatif dengan segala keterbatasan yang ku miliki. Karena disetiap peristiwa ada begitu banyak hal yang bisa kita pelajari untuk hidup yang lebih baik. 
Selain itu, ditengah era kemajuan teknologi yang membuat orang semakin sibuk dengan dirinya sendiri. Ternyata juga masih ada orang-orang yang peduli akan orang lain. 
Ia berbagi dengan keterbatasan yang dimililinya.

Heheh, peristiwa ini mengingatkan ku saat berjelajah dalam event Youth Adventure and Youth Leader Forum, Gerakan Mari Berbagi 2015 lalu.
Dan, sekarang waktunya untuk merasakan langsung saat nge Youth Adventure dikampung orang dengan segala keterbatasan. Langsung saja klik  Pendaftaran GMB 2016