Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Friday, 16 October 2015

Aceh Jadi Tuan Rumah 2 Even Nasional: Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa/Kelurahan Nasional dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-17

Aula Andika Fikrullah Albalad

Arena masuk ke pameran

“Semua mata tertuju pada mu” itulah kalimat yang bisa mengambarkan kondisi Aceh saat ini. Sukses menyelenggarakan Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa/Kelurahan Nasional dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-17 Tingkat Nasional Tahun 2015 selama 5 hari terhitung sejak 7-12 Oktober berpusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
.
Kegiatan yang mendatangkan hampir 400 stan dari 34 provinsi, kementrian, lembaga pemerintah, negara tetangga dan sejumlah kab.kota di Indonesia ini menjadi gudang ilmu bagi masyarakat Aceh. Betapa tidak, aneka kreasi penuh inovasi nan berteknologi menghiasi tiap tenda yang berjejer sejak dipintu awal masuk hingga hampir setengah halaman parkiran stadion harapan bangsa Banda Aceh ini
Hal yang sangat menarik dari kegiatan ini menurut saya adalah panitia menyediakan pameran kuliner Aceh yang berbas daripada segala jenis formalin dan penyedab. Hehehe, tak ulak lidah saya yang tak bisa lagi berkompromi akan hal ini. 

Mie Daus menjadi santapan saya siang jumat itu. Jika diwarung yang terletak di kawasan Peunayong mie daus menjadi kedai yang tak boleh dilewatkan, kali ini kalau saya boleh jujur mie daus tak mampu membuat lidah saya ketagihan. Apa ini dikarenakan mie nya yang sehat yaaa.. Karena bisa jadi selama ini lidah saya sudah terbiasa untuk makanan yang berformalin dan berpenyedap alhasil jika sekali-kali makan makanan yangs sehat kesan yang ditimbulkan tidak enak. 

Tak ada gading yang tak retak, sehebat dan semewah apa pun yang namanya ketidakpuasan akan tetap ada. Namanya juga manusia, artinya hal-hal yang dikerjakan oleh manusia pasti takkan pernah mencapai kata kesempurnaan.Yang sangat disayangkan dari kegiatan yang dibuka oleh menteri dalam negeri ini adalah masih banyak stan-stan yang kosong yang sama sekali tak ada tanda-tanda ada penghuni didalamnya

Radio dan jam yang terbuat dari bambu di stan Jawa Barat



. Saat saya bersama awak Forum Bangun Aceh berkunjung kesana Jumat, 9 Oktober 2015 lalu. Saya menanyakan kepada salah satu penjaga stan, “ini stan yang kosong ini pada kemana pak?” lantas si mas yang menurut saya adalah orang jawa ini menjawab bahwa ada sebagian yang memang tak ikut ambil andil dan sebagian lain sedang berekreasi ke berbagai tempat wisata di Banda Aceh seperti Museum Tsunami, Kapal Apung, Mesjid Raya Baiturrahman dll.

Stan Aceh Besar #AyokeAcehBesar
Keadaan ini lantas saja membuat esensi dari Pekan Inovasi Perkembangan dan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional kali ini bak anak-anak yang sedang kehilangan orang tuanya. Dalam artian yang lebih sederhana, ruh acara yang menelan dana hampir 13 milyiar ini sama sekali tak ada. Sungguh disayangkan.

Alat mengaduk serba guna
Padahal, apabila panitia dalam hal ini pemerintah bisa sedikit kritis menyingkapi persiapan pre dan saat event, sudah barang tentu kejadian seperti minimnya toilet, bejibunnya pedagang kaki lima, stan yang kosong akibat ditinggal penghuni pasti tidak akan terjadi.


Stan yang ditinggal penghuni
 Semoga segala kekurangan yang ada  tak membuat wajah provinsi yang bergelar syariat Islam ini malu dikancah nasional.
Area masuk yang dijadikan lahan parkir








Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

0 Comments:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib