Header Ads

5 Manfaat dan Kebaikan Puasa di Bulan Syawal


Bulan ramadhan telah berlalu sekitar seminggu yang lalu, namun bila boleh jujur kebiasaan terbangun pukul 03:00 WIB dan sejumlah perbuatan sunnah lainnya masih belum hilang.
Bulan Syawal yang identik dengan silahturahmi terkadang membuat kita terlena dan terbuai dengan berbagai sajian makanan baik junk food, lontong sayur, timphan balut-balut dan aneka traditional food lainnya.
Namun tau kah sobat, dibalik kelezatan asupan lahir di bulan syawal ini. Rasul telah menganjurkan kepada kita semua untuk melakukan asupan batin supaya sempurna pahala puasa ramadhan 30 hari sebelumnya. Asupan itu adalah puasa syawal.
Jika puasa ramadhan dilakukan selama 1 bulan penuh, malamnya dihiasi dengan shalat sunnah tarawih dan diakhiri dengan shalat witir. Tak begitu dengan puasa sunnah syawal. Puasa sunnah syawal hanya dilakukan selama 6 hari tok. Dan itu pun boleh untuk tidak berturut-turut, asalkan masih didalam bulan syawal.
Apa dong manfaat atau kelebihan yang terkandung di dalam puasa 6 di bulan syawal ini? Saya telah merangkum 5 kebaikan untuk kalian semua, diantaranya:

1.  Sebulan puasa ramadhan dan ditambah dengan enam hari puasa di bulan ramadhan, maka pahalanya sama dengan telah berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sesuai dengan hadis nabi yang di riwayatkan oleh Imam Muslim “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinnya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah)
Kok bisa pahalanya dilipat gandakan sebagaimana puasa selama satu tahun penuh? Begini jawabannya. Abu Hurairah telah berkata “Pahalanya satu tahun penuh, karena setiap hari pahalanya sama dengan puasa sepuluh hari. Tiga puluh hari Ramadhan sama dengan tiga ratus hari ditambah enam hari di bulan Syawal sama dengan enam puluh hari sehingga jumlah seluruhnya adalah  tiga ratus enam puluh hari yakni satu tahun”.
2. Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramdhan. Logikanya, karena apabila Allah menerima amal seorang hambanya pasti Dia menolong hambanya tersebut untuk terus menjaga segala kebaikan yang telah diperbuatnya.
3.      Puasa pada bulan Syawal dan Sya’ban seperti shalat sunnah rawatib. Fungsinya adalah  untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam shalat wajib.
4.      Puasa enam hari di bulan syawal di antara cara bersyukur kepada Allah. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan berhak untuk mendapatkan maghfirah dari Allah. Tentu tidak ada nikmat yang lebih sempurna selain nikmat atas mendapat pengampunan dari Allah.
5.      Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pernah ada seorang ulama shaleh, Bisyir yang ditanya tentang orang-orang tentang orang-orang yang beribadah di bulan Ramadhan, ia lantas menjawab: Sejahat-jahat  kaum adalah mereka yang hanya mengenal dan menyembah Allah pada bulan Ramadhan saja.

Selain kebaikan atau manfaat yang telah disebutkan diatas, ternyata dari segi kesehatan punya segudang manfaat. Ini sebagaimana dilansir dalam laman m.detik.com.
Sebagaimana mana kita ketahui bahwa selama bulan suci Ramadhan, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita sangat sedikit, tentu sistem pencernaan pun bekerja lebih lambat dari biasanya dikarenakan ada perubahan pada pola makan.

Begitu tiba hari raya, kadang kita cenderung balas dendam. Semua makanan yang disajikan tanpa menunggu komando dan ampunan cap cip cup selesai, hanya piring kotor yang tersisa. Tentu saja ini membuat perut shock dan bahkan kanget setengah mati. Prof Dr Hardiansyah, seorang ahli gizi dari Fakultas Ekologi Manusia Insitut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa “Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Karena tubuh sedang berada dalam masa transisi dan atau masa peralihan” ungkapnya. Karena selama puasa, tubuh tidak menerima asupan di siang hari maka akan sangat baik jika porsi makan siang dikurangi menjadi setengah dari biasanya.
Prof Hardiansyah juga menyebutkan bahwa masa transisi idealnya adalah satu minggu “Masa transisi memang sebaiknya satu minggu, karena itu puasa syawal selama 6 hari sangat bermanfaat untuk mengendalikan masa transisi” Pesannya.
Sungguh besar nikmat yang telah Allah berikan kepada hambanya. Begitu RahmanNya, Sang Pemilik Alam semestas ini. Daripada belenggak lenggok gak jelas, jadi tak salah untuk berpuasa 6 hari di bulan syawal, secara kesehatan bagus apalagi hubungan dengan Sang Khalik, sudah tak diragukan.

Referensi :  Diolah dari berbagai sumber