Header Ads

Tangan yang "merindukan"

Haruskah air mata ini terus mengalir?
Haruskah ia terus basah tanpa ada sedikit pun waktu untuk mencicipi indahnya kering?

Aku lelah atas semua yang ada ya Tuhan.

Adakah bumi lain yang bisa ku tinggali tanpa takut terusik walau sejenak pun

Aku juga mau hidup layaknya anak-anak lain.

"Sini sayang"
"Selamat ya nak, anak ayah pandai dan pintar"
"Yang diatas itu anak saya loh"
"Lebaran ini mau baju berapa dari ayah?"
"Ini, hadiah dari ayah karena udah berhasil  selalu jadi juara kelas dan selalu menang lomba"

Itu ungkapan yang sangat ku impikan selama ini. 
Namun semakin sering ku idam-idamkan semakin jauh pula ia berlari hingga tulang kaki ku patah!

Namun apa yang ku dapat ?
Kaki telah patah, badan telah remuk. Namun adakah sosok yang ku cari itu hadir!
Haha. TIDAK!!


"Ih, anak miskin"
"Dia itu cuma anak tukang sayur, bukan apa siapa"

Itu baru segelintir dari sekian ribu kata yang selama ini aku terima. 
Tiap harinya aku selalu berharap, kala aku bangun pagi akan ada sebuah pelukan cinta dan kecupan sayang di dahi ini.

Aku lelah dan pasrah dengan segala kondisi ini ya Tuhan. Walau Kau sangat mengutuk hal itu, namun selalu ku berani kan diri untuk melakukannya.


Disaat seluruh relung tulang ku telah remuk, di saat semangat hidup kan telah hancur.
Alhamdulillah, Kau mengirimkan sosok yang membawa  ku segelas air untuk terus berlari.
Kau hadirkan sosok yang memberitahu ku bahwa hidup ini masih panjang sebelum datang waktu ku untuk berjumpa dengan Mu.
Kau datangkan sosok yang walau tak sedarah, namun mampu untuk mengantikan darah ku yang telah hilang.
Kau hadirkan secercah harapan untuk ku.


Walau dia bukan bagian dari darah dan daging yang ada dalam tubuh ku ini.
Namun ku percaya, ia mampu untuk menutupi setiap daging yang kian hari kian menyusut dari tubuh ini.

Harapan ku cuma satu, ia yang telah Kau kirimkan ini mampu untuk menjadi pelita dalam setiap kegelapan yang ku hadapi. 

Terima kasih Tuhan, atas segala anugerah teka teki kehidupan yang telah, sedang dan akan Kau berikan untuk hamba Mu yang dhaif ini.

Semoga cinta ku terhadapnya mampu untuk membangkitkan cinta ku terhadap Mu.