Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 14 April 2015

Silaturahim dan Musyawarah Nasional Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi Nasional 2015

Aula Andika Fikrullah Albalad
Semua telah melalui AD ART yang sebenarnya. Hidup di dunia ini tak perlu khawatir. Cukup bersyukur atas segala yang ada, Insya Allah nikmat itu terus akan di tambahkan-Nya.
Ini lah yang saya rasakan,.
Dalam rangka Silaturrahim dan Musyawarah Nasional Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi Nasional 2015 yang diadakan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Saya dan 4 orang lainnya, yakni Adit, Riski, Erna dan Ka yofi merupakan mahasiswa yang di kirim oleh Universitas Syiah Kuala (selanjutnya Unsyiah)
 Jauh-jauh hari sebelum di hubungi oleh pihak biro kemahasiswaan Unsyiah, saya sudah mendapatkan informasi di facebook akan kegiatan ini. Kala itu, panitia meminta data berupa nama, email, tempat tanggal lahir, dan infomasi universitas untuk dikirimkan undangan.
Niat awalnya saya mau mendaftar, namun takkala melihat ada salah satu dari mahasiswa yang saya kenal sudah memberikan data. Yaa udah, tak saya lanjutkan.
Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam dan hari berganti hari. Niat untuk mendaftarkan diri ke acara tersebut pun tak lagi menjadi prioritas. Namun, suatu waktu saya melihat sebuah pesna singkat mampir di akun fb yang menyatakan saya harus berada disana. Owalah, andai saya punya kantong ajaib sudah barang tentu akan tak keluarkan pintu kemana saja miliknya Doraemon. Namun apalah daya, “Aku hanya insan biasaaaaa, miliki naluri yang samaaaa....” kata Mak Cik Siti Nurhaliza. Hahaha
“Bada Dhuhur ya bg, karena sedang di sekolah ini” balas ku singkat kepada si empunya fb di sebelah jurang sana.
Ting tong tang tung teng, bel sekolah pun berbunyi. Ini petanda, bahwa saya sudah bisa berlenggak lenggok ke kampus.
Singkat cerita, saya tiba di kantor biro kemahasiswaan Unsyiah dengan muka yang penuh duka. Betapa tidak, perjalanan sangat menguras tenaga. Matahari sangat mencintai ku, wal hasil dia melepaskan hampir 33 derajat kekuatannya. Belum lagi angin yang masih transit di bandara sebelah.
Alhamdulillah, dengan segala kekuatan cinta dan kasih Nya. Saya sampai dengan selamat di Biro Kemahasiswaan Unsyiah tanpa cedera sesuatu apa pun.
Blak ku lihat jam di smartphone ku masih menunjukkan pukul 13:30, ini artinya mereka para pelayan mahasiswa masih sedang istirahat. Baiklah, segera saja ku buka nomor kontak salah satu pegawai dan ku pincet panggilan terhadapnya. “Pulsa yang anda miliki tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Segera lakukan pengisian ulang. Sisa pulsa yang anda miliki senilai 50 rupiah.” Alarm singkat dari operator kesayangan umat (telkomsel). Astaghfirullah, masih belum lengkap ternyata penderitaan ku siang itu.
Ku coba alihkan panggilan menggunakan hape ku yang satu lagi, Alhamdulillah. Kali ini, ada jawaban dari sebelah. “Bang di biro nyo Aula” jawabnya. “Oke bg, lon jak keunan beh”.
Greng, dud dud du. Ku tarik gas si becak dengan tujuan Gedung AAC Dayan Dawood. Tak butuh waktu lama 2 menit pun lekas hilang.
Motor ku parkir, stang ku kunci (Takut hilang, walau calon becak namun harus hati-hati. Maling di unsyiah semua jenis kendaraan di embat. Kasian sekali merekaa).
Event hall yang kala itu sudah sangat ramai, karena sebentar lagi akan ada kuliah umum yang akan diisi oleh menteri pertahanan Indonesia ku masuki. Tak kutemukan jejak jejak kehidupan bang Jal disana. Yang ku jumpai malah pemuda/i Humas Unsyiah, bg Muarrief, Bg Reza dll.
Di dalam tak ada, ku lanjutkan pencarian ku lobby AAC. Terlihat disana ada beberapa staf kemahasiswaan yang sedang melayani para peserta kuliah umum. Pucuk di cinta ulang pun tiba, orang yang sedang dicari-cari ternyata ada disana.
Saat raga ku di lihatnya, di tarik lengan ku menuju bawah tangga. “Ka alumni kan.. Kita ada acara di Makassar........” ceritanya panjang lebar
“waduh, belum bg. Masih semester 8 dan ini baru aja pulang dari tempat praktek” jawab ku singkat
“Wah, ab pikir sudah alumni. Bang, bagaimana ini ternyata dia belum alumni!” Tanyanya dengan volume yang agak lebih besar kepada staf BAK Unsyiah.
“oo tak bisa, kita alumni perlunya” jawab bapak itu
“tapi gak masalah, kan yang diminta alumni dan mahasiswa. Dia (tunjuknya) kan mahasiswa. Alumni kita carikan yang lain saja”
“siapkan terus sebuah karya tulis ilmiah dek ya, karena disana nanti akan ada lomba juga.” Perintah nya pada ku
Setelah ku tanya akan segala syarat dan ketentuan akan lomba KTI hingga prosedur keberangkatan dengan baik. Berangkat pergi lah saya dari tempat itu.
Waktu berjalan terlalu cepat, tak terasa sekarang sudah mau deadline pengumpulan KTI. Dengan mengucapkan basmallah. Ku lempar saja sebrondrol berkas itu ke email panitia dengan harapan bisa goal  10 besar. Hahahaha, hayalan tingkat tinggi. 
Bagaimana mau masuk 10 besar, tanda tangan dan stempel di surat pengesahan mengetahui kepala prodi saja ku crop dari recommendation letter ku. Dengan tulisan best regards masih terpampang bagus.

Benar saja, saat pengumuman 10 besar nama ku terlewatkan. Bahagianya, ternyata Adit yang merupakan teman di FLP Banda Aceh yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Divisi Public Relation ternyata lolos 10 besar dan akan mempresentasikan karyanya di makassar nanti.....


Aula Andika Fikrullah Albalad / Author & Editor

I thank you very much for coming to my post. Hopefully you got alots and dont forget to leave comments below

0 Comments:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib