Header Ads

Masih SMNPDN 2015

Sambungan.

Setelah semua urusan tiketing dan lain lain selesai. Kini tinggal menunggu waktu keberangkatan. Tek tik tok tuk jam berjalan dengan sangat lambat. Iya, menunggu memang suatu pekerjaan yang sangat membosankan. Tapi kuduk bersyukur juga kawan, karena kita masih bisa menunggu. Andai kita sudah tidak bisa menunggu. Sudah pasti kita yang di tunggu oleh mereka (read: para malaikat). Hahaha

Sembari menunggu, saya persiapkan diri untuk packing baju yang akan di bawa. Satu dua tiga, gak cocok dan gak perlu. Saya lempar ke luar koper. Satu, lima. Oke.

Sekedar curhat kawan-kawan. Hal yang paling saya benci ketika melakukan sebuah perjalanan adalah saat packing baju. Karena waktu yang saya habiskan terlalu lama untuk ini. Biasanya 2 atau 3 hari sebelum tanggal keberangkatan saya sudah akan packing baju. Lamanya itu, ketika baju sudah saya masukan ke dalam koper. Dua sampai 5 menit kemudian pasti akan saya keluarkan lagi. Gak cocok lah. Pokoknya ada aja alasan untuk buka tutup buka tutup isi koper. 


Sanking rajinnya ngebawa. Sempat deh satu koper isinya hampir 25 baju baik itu kaos, kemeja, jas dll. Padahal kopernya kecil nto tapi ntah bagaimana caranya tetap aja muat. 

Tips agar koper kecil muat banyak isi, akan saya share di lain kesempatan yaaa. 

Tiba lah, waktu yang di tunggu. Jreng jreng jreeeeeeng

Malam itu, kantuk rasanya menyepi dari tubuh ini. Golek sini golek sana tetap aja. Mata tak bisa di pejam. Hingga tanpa terasa jam di dinding sudah menegur "Aulaaaaa, sudah mau pukul 2. Its your time to take a nap. Jangan sampai besok kamu syakit" teriaknya dengan sangat lantang mengalahkan dentuman petir lah.

Karena takut akan ancaman yang dikeluarkan oleh si jam dinding, saya pun memaksa diri untuk tidur. Terbuailah saya di alam mimpi tak lama hanya delapan ratus enam puluh empat ribu detik saja kok saya tidur.

Gubrak, saya lari ke kamar mandi. Cebang cebung saya sudah siap berpakaian lengkap. Saya panaskan motor. Sesudahnya saya keluarkan koper. Tak lupa saya bangunkan si brother yang hari ini akan menjadi sopir saya :D :D. Pamit sama emak tercinta, cium gak boleh lupa hehehe.

"ba ju" *bawa terus ungkap brother ku. Alaaah mak. Ternyata saya yang menjadi sopir nya. Belum lagi udara pagi dingin bak sedang di kutub utara bersama para penguin. Baik lah. Rejeki memang tak dapat di tolak.

Bruuum, belum juga sampai 100 m.

Saya balikkan arah motor, kembali ke rumah. Hahahah, sori ada barang yang terlupakan.

Hahaha, memang lah emak emak rempong.

Bagaimana dinginnya perjalanan menuju bandara yang jarak dari rumah saya mencapai 30 km tak perlu saya ceritakan yaaa,. Semua tau kan, bagaimana indah dan segarnya udara pagi hingga air yang kita biarkan di luar akan membeku layaknya sedang berada di freezer.

BERSAMBUNG.......