Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email
Education is not just a tool, but it is a complex system to build a better life.
Aula Andika Fikrullah Albalad
Sharing by writing and speaking
I do believe, life isnt about myselfbut its all about us
The world is a book and those who do not travel read only one page
Augustine of Hippo
Go travel.
You will know who you are

Tuesday, 18 July 2017

Cerita Rakyat dari Aceh: Putri Pucuk Geulumpang

Aula Andika Fikrullah Albalad
" Kandungan ku sudah tujuh bulan kanda, " sebut sang istri
" Baiklah, saya akan berangkat hari ini. Jika anak kita sudah lahir, tolong bunyikan rantai tembaga jika jenis kelaminnya perempuan dan bunyikan rantai perak jika ia laki-laki. Aku akan pulang mendengar isyarat itu" kata sang bangsawan sembari menunggangi kuda miliknya.
Ucapan bangsawan ini merupakan inti hasutan yang disampaikan oleh dua temannya, Lesamana dan Pedanelam. Yang menginginkan sang bangsawan melenyapkan keturunannya. Terlebih jika itu adalah anak perempuan.

Dua bulan berlalu.
Sang permaisuri kini telah dikaruniai seorang anak. Alis dan rambutnya nya hitam dan tebal, matanya yang kebiru-biruan serta kulitnya yang putih langsat semakin melengkapi kecantikan sang Putri.
Duduk sambil membelai sang anak, si ibu tetiba teringat akan kandungan yang tersirat dalam amanat suaminya.
Rantai perak adalah isyarat bahwa sang suami akan memenjarakan anaknya. Adapun rantai tembaga adalah isyarat bahwa ia akan membunuh sang anak.
Dalam lamunan panjangnya, istri memikirkan jalan yang akan ia tempuh untuk menyelamatkan sang anak.
Rasa keibuannya itu menghantarkan ia sebuah jalan keluar.
Anaknya yang cantik itu dibawa ke dengan hutan yang lebat. Dipertengahan jalan ia menemukan sebatang pohon geulumpang yang besar. 
Berderaian air mata ia memancat pohon itu dan meletakkan sang buah hati di sana dan berbisik ke sang phon agar menjaga dan merawat anaknya dengan baik.

Di perjalanan pulang, ia menangkap seekor kambing dan menyembelihnya. Daging kambing itu dimasak menjadi gulai. Adapun kepalanya dikuburkan di dekat perapian.
Setelah semua selesai. 
Ia pukul rantai tembaga yang telah ia siapkan dengan sangat kencang. 
Bunyi pukulan ini terdengar hingga ke pulau pinang, tempat sang suami berniaga.

Mendengar loncengan tembaga, sang bangsawan bergegas mengemasi barangnya dan pulang.
Sesampainya di dalam rumah Bangsawan buru-buru menemui istrinya, “Di mana anak kita?” Ujarnya dengan muka merah padam.
Anak kita telah hamba sembelih, Kanda. Inilah dagingnya sudah dibuat gulai untuk kita makan bersama-sama. 

Bagus! Mari kita makan bersama-sama!” Bangsawan Besar mengajak pengiringnya untuk makan bersama.
Mereka makan dengan lahap.

Saat sedang lahap menyantap gulai kambing yang dikira adalah daging putrinya. Terdengar dari luar " klik klik klik, mereka bukan makan daging manusia. Klik klik klik, mereka makan daging kambing" sebut suara sambil menghilang terbawa angin
Bangsawan curiga takkala suara itu kembali terdengar ke sekian kalinya. Kecurigaan itu semakin besar saat ia melihat kepala kambing di dekat perapian.
" Kau bawa ke mana anak ku atau ku bunuh kau" tanya sang bangsawan kepada istrinya dengan lantang.
Dengan muka pucat basi dan badan gemataran si istri pun menjawab " Dia ada di hutan"
" Bawa pulang ia sekarang juga" perintah sang bangsawan.
Tertatih si istri berjalan menuju tempat persembunyian sang anak.
Sesampai di pohon Geulumpang tersebut ia memanggil sang anak dan mengatakan " Anak ku, turun lah. Ayah mu sudah pulang dan membawa perhiasan untuk mu"
" Ibu katakan pada ayah, bahwa aku belum bisa bertemu dengannya. Aku sedang menanam kapas saat ini" jawab sang anak.
Permintaan pertama, kedua, dan ketiga sang anak masih belum mau menemui sang bangsawan.
Hal ini memancing amanah sang bangsawan hingga ia meminta teman-temannya menyiapkan dua puluh bilah pedang yang telah di asah tajam dan soit berserta anak sumpitnya. 
Sesampai di hutan, maka di susun lah pedang-pedang tadi hingga berbentuk menyerupai anak-anak tangga.
" Anakku, ibu datang bersama ayahmh. Kami menjemputmu. Turunlah anakku. Ini tangga sudah  dipasang oleh ayahmu. " bujuk sang ibu dengan suara lirih.
Mendengar suara ibunya dari bawah. Sang anak bersiap-siap turun menemui kedua orang tuanya. Tetapi sebelum melangkahkan kaki menelusuri anak tangga. Ia berpamitan dan mengucapkan terima Kasih kepada sang pohon karena selama ini telah menjaga dan merawatnya.
Saat kaki menyentuh tangga pertama, sumpit yang ditembak dari bawah oleh sang bangsawan mengenai sanggul sang Putri.
" Apa ini Bu? tanya Putri itu.
" itu tusuk sanggul yang dibawa oleh Ayah mu dari Pulau Pinang" Jawab ibunya.
Di tangga ke dua, sumpit itu mengenai telinganya. 
Ditangga ketiga, lehernya. 
Setiap anak tangga yang di injak oleh sang Putri, maka sumpit itu mengenai dada, pinggang, perut, paha dan kaki sang Putri.

Dan di tiap tangga itu pula ia menanyakan " Apa ini bu? "
Ibunya pun selalu menjawab " itu oleh-oleh sang ayah untukmu"
Saat kaki sang Putri menyentuh tanah, tidak sedikitpun tubuhnya terlukai oleh sumpit sang bangsawan.
Mengetahui, cara ini belum berhasil. Di temani kedua temannya, sang mengatur strategi untuk membawa pulang sang Putri ke rumah dengan maksud akan membunuhnya di sana.
Rencana sang bangsawan sedari awal telah tercium oleh sang Putri. Maka dengan tegas ia nyatakan " Ayah, jika engkau mau membunuh ku maka dirikan pohon pisang  di sebelah kiri ku. Karena bila ayah memancung ku secara langsung, sungguh ayah tidak akan sampai hati melakukannya"
" kalau begitu saran mu, aku terima. "
Dibantu oleh Lesamena dan Pedanelam, sang bangsawan menyiapkan sebatang pohon pisang dan disisi kanan berdiri sang Putri.
" Ayah, tolong minta kan kedua teman mu untuk pergi. Aku hanya mau melihat wajah mu saja dan tolong pejamkan mata mu juga" ucap sang Putri.
Sambil memejamkan mata, ia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat. Disaat pedang berada diatas kepala, sang Putri menyangkut baju dan celana yang ia tenun di ujung pedang tersebut. Setelahnya ia lari dan bersembunyi di semak belukar di sekitarnya.
Ayungan pedang sang bangsawan telah berhasil menghembas Batang pisang menjadi dua. Seketika, ia melihat baju dan celana yang ditenun oleh sang Putri. Dengan muka penuh penyesalan ia memanggil sang Putri " Anakku, Anakku maafkan aku anakku. Aku tidak pernah memberi mu segelas air dan sesuap nasi. Tapi kau memberiku hadiah ini. Betapa setianya engkau. Aku menyesal anakku. Maafkan aku. Hati ku telah tertutup hingga nau mendengar hasutan setan berwajah manusia itu. Kembalilah anakku. "Teriaknya menyesali perbuatannya.
Sambil menangis ia mendatangi Lesamana dan Pedanelam. " Ini untuk mu" sambil menghunus pedang tersebut. 
Setelahnya ia mengayuhkan pedang itu kepda dirinya sendiri

Sang Putri yang bersembunyi di semak belukar tak dapat mencegah ayahnya.



*foto oleh googledotcom

Friday, 14 July 2017

Why I read a book, and why you should too.

Aula Andika Fikrullah Albalad
Its English day, so I want share you my resume after watching a great video I have ever watch in last year. I watch this video twice a month to enhance my spirit to the top. Hehehehe.

Reading book has being a part of my life, this hobby has led me to be the Reading Ambassador of Aceh Province or Raja Baca provinsi Aceh, or most people say "duta baca Aceh", at the end of 2014 elected by Government of Aceh.

Actually, this article I adopt from TEDx which told by Tai Lopez. 
 Here I start it

"Everyone wants the good life but not everybody gets the good life. Imaging for a second, if right now. Today, how much more successful could you be if you just start a company 50:50 with Bill Gates as your business partner?  Warren Buffett was your investment advisor, Finding mentors like this is one of the biggest predictors of your future success.As Picasso said, “Good artists copy, great artists steal.”
Imaging how much happier you be today, if the Dalai Lama as your personal guide shown you. How to find the little things f that most people get lost in that. Mentors have the power. But in this talk (article) I would like to tell,  how mentors more powerful to transform our life. In this life, everybody wants get something, but again not everybody gets what they want. I would like to tell a little bit about that, because life is short and not everyone is willing to do what it takes. You must be different. You must do what most won’t.


As Thoreau says, “The mass of men lead lives of quiet desperation. What is called resignation is confirmed desperation.”
So let this talk inspire you to read a little more, search a little harder, find a few more mentors, and rise above a life of mundane compromise and resignation as you stretch further towards the “Good Life.”
In this talk, Tai Lopez, investor, entrepreneur, and Mensa member, shares why he reads one book a day.
Tai says, “Books allow you to simulate the future without having to actually do all the trial and error yourself...”
At age 16, Tai realized that life was too complex to figure out on his own.
So Tai wrote a letter to the wisest person he knew, his grandfather - a scientist - and asked for the answers to life’s hard questions.
Tai was disappointed with his grandfather’s reply. There was no “secret formula.” The letter simply said, "Tai, the modern world is too complicated. You’ll never find all the answers from just one person. If you’re lucky, you’ll find a handful of people throughout your life who will point the way."
But one week later his grandfather sent a package containing an old, dusty set of eleven books with a note, "Start by reading these."
That began Tai’s habit of reading on his search for what he calls the "Good Life”: the balance of the four major pillars of life - health, wealth, love, and happiness.
Over the years, Tai sought out the secrets to that “Good Life” by setting up his life as a series of experiments. He began by first reading thousands of books from the most impactful figures in history: Freud, Aristotle, Gandhi, Charlie Munger, Sam Walton, Descartes, Darwin, Confucius, and countless others.
He spent two-and-a-half years living with the Amish; spent time working at a leper colony in India; and helped Joel Salatin pioneer grass-fed, sustainable agriculture on Polyface Farms.
He then joined the long list of college dropouts-turned-entrepreneurs and ended up completely broke (sleeping on his mom’s couch) until he talked five, multi-millionaire entrepreneurs into mentoring him.


Tai went on to become a Certified Financial Planner and worked in the world of finance before becoming a founder, investor, advisor, or mentor to more than 20 multi-million dollar businesses while settling in the Hollywood Hills.
He appeared on various TV and radio shows, spoke at top global universities like The London Business School and the University of Southern California, and created one of the top downloaded podcasts and YouTube channels,
“The Grand Theory of Everything.”
In order to get feedback from an even larger audience, Tai started what is now one of the world’s largest book clubs which reaches 1.4 million people in 40 countries with his "Book Of-The-Day" free email newsletter.
Tai recently summarized all he has learned from his mentors and compiled them into a series of ‘mentor shortcuts’ he calls, "The 67 Steps."
In this talk, Tai shares a few of these “67 Steps” with you:
1. “Picasso’s Rising Tide and the Law of 33%"
2. “Sam Walton’s Night In A Brazilian Jail”
3. “The New Rules Of Reading”
4. “Stoic vs. Epicurean” "
As a reading ambassador of Aceh, the western province of Indonesia. I would like to ask you, let's start our day by reading a book.
Insya Allah, I do believe  Aceh could be the best province ever..
Lastly, Ayo Membaca, insya Allah, Aceh Berjaya.



Wednesday, 5 July 2017

Ini Sejumlah Tumpuan Harapan Masyarakat untuk Gubernur Baru Aceh, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.

Aula Andika Fikrullah Albalad


Judul ini aku rasa tepat, untuk mengambarkan euforia pasca pelantikan oleh Menteri Dalam Negeri, Thaja Kumolo akan gubernur terpilih drh. H. Irwandi Yusuf. M. Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah. M. T pada pesta demokrasi Pilkada Aceh beberapa waktu lalu.

Pesta demokrasi Aceh yang telah selesai dihelat awal februari lalu, sejatinya masih meninggalkan banyak kesan mendalam bagi tiap insan di Aceh. Pertarungan enam kandidat dengan latar belakang akar rumah politik yang sama. Telah menjadikan warna pilkada Aceh tahun ini menjadi semakin berwarna layaknya rujak Blang Bintang. 

Sebut saja, ada Muallim dari Partai Aceh (PA), Doto Zaini dari PA, Apa Saman dari PA, dan akhirnya duduk dengan gagah perkasa, Irwandi Yusuf, yang juga "mantan penghuni PA" bersama koleganya Nova Iriansyah sebagai tabuk gubernur Aceh periode 2017-2022.

Kembali terpilihnya Irwandi Yusuf sebagai gubernur Aceh, tentu mengindikasikan bahwa kepemerintahannya di masa lalu berhasil mengukir sebuah senyum di tiap wajah masyarakat Aceh. Sejalan dengan itu semua, masyarakat Aceh telah menanti terobosan-terobosan baru di bawah komandonya.


Berikut ini, harapan-harapan masyarakat Aceh terhadap Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, yang ku himpun dari group whatapps dan akun facebook.


1. "Harapan ulon tuan, semoga setiap harapan yang diharapkan menjadi kenyataan sesuai dengan yang diimpikan "harapan yang begitu filosofi ini dikemukakan oleh owner catatanfiqih.com yakni, tgk. Saiful Hadi.

2. "Semoga ada bantuan mahar buat pemuda-pemuda yang ingin menikah" harapan baper ini tercetus dengan sadar, terstruktur dan terencana oleh Fery Mardiansyah. Pemuda Ulee Kareng yang dari bau tulisannya akan segera mendaftar ke Kantor Urusan Agama. 

3. "Pak wandi bek kawen le. Kasep nyan terakhir. Sayang ureng agam yg laen  hana le jatah . Abeh di kawen pak wandi mandum." Isu nikah sepertinya masih menjadi topik hangat di warung kopi di Aceh. Terbukti, oleh Khairul Rizal, polisi Aceh Besar ini kembali menularkan perihal yang bikin jomblo ini baper. 

4. "Semoga bapak gub dan wagub yang baru saja di lantik bisa tegas terhadap koruptor, mementingkan rakyat bukan partai, dan jangan hanya tentang bendera tapi sejahtera masyarakat." Aceh yang menduduki peringkat pertama sebagai provinsi paling terkorup di pulau Sumatra, rasanya membuat kekhawatiran bagi pemuda lulusan Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Syiah Kuala ini. Novianza menaruh harapan besar, semoga Aceh tidak kembali mencapai prestasi memalukan itu. 

5. "Profesional (tidak mementingkan kalangan dan keluarga sendiri tapi lebih mengutamakan masyarakat), tidak korupsi, bisa membangun Aceh ke arah lebih baik dan lebih bersyriah" oleh ka Bety, staff pegawai sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ini menyatakan dengan tulus hati. Yaa, kita doakan saja. Harapan pengantin baru ini Allah ijabah. 

6. "Harapan saya sama pak gubernur dan wakil gubernur: Pertama, transportasi masal angkutan seperti kereta api dari Banda Aceh samapi Aceh Tamiang di buat, angkot di setiap kota diadakan, dan program yang telah disebutkan saat kampanye dijalankan semua, jurdil dalam memimpin." Oleh Muh Akbar. Amiiin 

7. "Asal gubernur dan wakilnya kompak aja. insya Allah Aceh maju. ini hal yang gak kita jumpai lima tahun yang lalu." oleh Jurnalis, putra Aceh yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan international di Singapure. Sepadan dengannya,  Ka Pustaka Unsyiah, Taufik Abdul Gani juga menyampaikan agar bang Agam "sebutan akrab untuk Irwandi Yusuf" agar jangan berantam bersama wakilnya. 

10. "Listrik beres" Persoalan ini memang menjadi tabuk dari berbagai persoalan di Aceh akhir-akhir ini. Bahkan ramadhan lalu, meskipun sang General Manager PLN Aceh, sudah menyatakan listrik tidak akan pernah padam. Namun tidak dapat dibuktikan dengan tepat janjinya.Mati lagi. Seperti pemuda Sabang ini menjadi langganan kala listrik mati. Sabar ya Rizal, semoga di bawah bang Wandi listrik aman sentausa. 

11. "Beasiswa LPSDM kembali dibuka untuk S2 S3 Dalam Negeri" program ini menjadi andalan utama kala bang Wandi memimpin Aceh dulu. Terbukti, banyak pemuda/i Aceh yang berhasil melanggengkan mimpinya untuk mngecap kursi di universitas di luar negeri. Yaa, M. Reza, berharap agar kembali bisa mengecap mimpinya yang hampir punah itu. 


12. "Pokoknya harapan abang sama dengan harapan Aula" begitu ucapnya tegas, gak pake koma. Assalamualaykum saja untuk mu bang Edi Fadhil.

13. "Kini saya dan warga menanti gebrakan anda bg wandi, khususnya tentang energi listrik.. PLN di Aceh harus direformasi total oleh Gub Aceh, jangan sampai ada lagi pemadaman rutin dan sering di Aceh, demikian juga dengan JKA yang saya rasa jauh lebih bagus dibanding pelayanan BPJS sekarang yang merepotkan rakyat, perluasan lapangan kerja masyarakat, serta beasiswa utk generasi masa depan Aceh." demikian ungkapan politikus Aceh, jebolan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Bang Irwansyah S. T sebagaimana terlampir di status facebooknya.

14. "Pengen gubernur penghafal alquran dan jago bahasa Arab. Gak mesti 30 Juz, juz 30 juga oke. Setidaknya ada hafalan dan tau artinya plus dijalankan  isi kandungan akan alqur'an itu." demikian curahan hati, pemuda shaleh menantu idaman Fadhil Ismi melalui akun whatsappnya.

Segala harapan yang tersajikan di atas, hanyalah secuil dari sekian banyak harapan masyarakat Aceh pada tabuk kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Sebagai warga yang baik, kita berdo'a saja, semoga Allah karuniakan kebaikan dan ketaatan kepada mereka.

Welcome back captain!

*Foto oleh google

Tuesday, 27 June 2017

Lampasi Juara Harapan 3 Pawai Takbir Idul Fitri tingkat Prov Aceh

Aula Andika Fikrullah Albalad

"Dengan total nilai 253 jatuh kepada peserta dengan no undian 23 group Raudhatul Asyarah, gampong Lampasi sebagai Juara Harapan Tiga Pawai Takbir Keliling tingkat Provinsi Aceeeeeh" ucap sang dewan hakim di pelataran Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Rintihan hujan dan sekali gelegar bunyi petir menjadi petanda bahwa alam begitu turut bersuka cita atas kemenangan ini. Alhamdulillah ala kulli hal. Perjuangan tak sia-sia pikir ku. Meskipun di awal-awal perjalanan harus bermandi cemoohan. Tapi akhirnya, ada hasil atas kesabaran itu.

Iya, ramadhan lalu.

Aku bersama dua orang anak muda di Lampasi, mencoba untuk merealisasikan impian ini. Sudah tiga tahun terakhir sebenarnya, aku ingin mengikutkan Lampasi dalam ajang Pawai Takbir Keliling ini. Maka tahun ini, bermodal keinginan besar dan nekat itu. Kuberanikan diri menerobos tembok kekakuan itu. 
Pembentukan tim inti di malam pertama bahkan mendapat kritikan keras. Mereka sedikit menghardik dengan alasan kenapa tidak ada koordinasi. Padahal target ku, hanya penguatan tim inti dan selanjutnya akan ada rapat akbar penyampaian visi dan misi dari tim ini. Ah, tapi apa daya. Sudah terlanjur terendus bahwa kami tidak koordinasi. Ku biarkan saja mereka mencaci. Tujuanku saat itu hanya satu, kata LAMPASI harus bergema di corong Mesjid Raya Baiturrahman. Banda Aceh. 


Demi tujuan itu, maka kutinggalkan semua agenda pribadi. Tawaran A, B dan C yang datang silih berganti dengan hormat ku tolak. Alasan cuma satu tidak mau, fokus utama untuk membawa pulang piala bukan atas nama pribadi untuk tingkat Aceh hilang. Selama ini, alhamdulillah telah mampu mengukir untuk diri sendiri. Sekarang saatnya untuk mewujudkan kalimat yang pernah disampaikan oleh John F Kennedy, dont ask what your country have done for you. But ask what you have done for your country.

Lika-liku yang terjadi selama persiapan menjadi hiasan pembentukan tim ini. Puncak dan paling kacau itu adalah di malam H. Komandoku tidak begitu terdengar baik untuk sebagian. Panggung utama yang dengan terpaksa teralihkan. Ah, plan A dan B yang sudah tersusun, menjadi berantakan. 
Geram, pasti!
Marah,  gak bisa dikompromi!

Tapi, kembaliku ingat target awal. " Lampasi" sebagai kampong ku dibesarkan, harus mengema bkn sebagai individu tp sebagai kesatuan. 

Bismillah, semoga kekacauan yang terjadi on the stage tidak terendus oleh panitia apalagi dewan juri.

Awan yang kian menghitam di atas hal MRB menjadi saksi. Bagaimana cemasnya hati ini. Apakah aku berhasil membawa tim ini atau malah akan gagal? 

Hingga akhirnya, perjuangan membuahkan hasil kala dewan juri menyebutkan total nilai 252 sebagai juara harapan 3 Pawai Takbir Keliling Tingkat Provinsi Aceh jatuh kepada group Raudhatul Asyarah asal Lampasi. Alhamdulillah, I deserved it. 

Berhasil untuk menyakinkan semua bahwa komandan itu perlu dan harus clear.  Prinsip yang ku pegang erat cuma satu PEKERJAAN HARUS DIBERIKAN PADA AHLINYA. Tidak boleh mereka yang mengerti A, kita berikan pekerjaan Z, dia yang memahami X kita berikan B. Tapi, A harus diberikan ke A.  B harus diberikan B. Begitu seterusnya.  Walau yang terjadi c, d, e bahkan sampai penimbunan budgeting yang dipermainkan oleh oknum yang ku percayai. Aku tetap mencoba cek sedetail mungkin walau tidak berhasil sampai ke akar-akar. Tapi sudah ku coba utk melakukan transparansi but I failed. Mereka lebih jago memainkannya.


Jika ada yang bertanya, lebih mudah mana mengomandoi orang kampung atau organisasi di luar? Maka jawaban ku adalah ke duanya memberikan pelajaran dan pengalaman tersendiri.  Berhadapan dengan orang kampung, maka hal yang harus diperhatikan adalah tatanan dan gaya bahasa, yang mungkin harus lebih disederhanakan. Lebih indahnya jangan memakai dan bahkan mencampur dengan kosatkata bahasa asing, karena akan membuat diskusi tidak berlangsung dengan baik. Yaaa, akhir-akhirnya komando hilang. Hal kedua, yang tak boleh dilupakan juga dan sudah menjadi hal yang wajib diterapkan oleh setiap pimpinan adalah lebih sering mendengar dibandingkan berbicara. Rule sebagai leader lebih mengarahkan bukan menentukan. Namun jika jalur sudah di luar batas, maka sikap leader harus di keluarkan agar suasana tidak semakin runyam. Kontrol, merupakan hal ketiga yang harus di perhatikan juga. Meskipun ada orang yang sudah kita percayai bukan berarti kontrol kita hilang. Leader harus mampu memahami semua sudut dan memperbaiki setiap sudut itu jika terjadi kebocoran.

Hal-hal di atas adalah beberapa poin yang terterapkan kala memimpin tim dari gampong ini. Alhamdulillah, perjuangan awal itu membuahkan hasil. Bahkan banyak pihak yang memberi masukan membangun untuk tim ini. Seperti, salah satu qari Aceh yang sudah melanglang buana di dunia Pawai Takbir dan tarikan suara, yakni Ust Alamsyah, Lamteumen yang menyarankan " jika ingin mempertahankan dan bahkan meraih juara yang lebih baik. Maka sebaiknya poin yang 40% itu kalian perhatikan. Selebihnya group kalian sudah sangat baik, tidak ada celah untuk dikalahkan oleh tim lain" sebutnya setelah pembagian hadiah kala itu.

Benar adanya apa yang beliau sampaikan itu, ku lihat tim-tim yang kembali menorehkan juara adalah mereka yang mempertahankan poin 40% ini bahkan banyak yang menyewa pemain luar kampungnya untuk menyempurnakan poin 40% ini. Masya Allah..benar maksimal merekanya.

Ini daftar pemenang Pawai Takbir Keliling tingkat Provinsi Aceh 1437 H
1. Juara 1 Pemuda Gampong Neuhen,  Aceh Besar
2. Juara 2 Remaja Mesjid Gampong Peuniti, Banda Aceh
3. Juara 3 Pemuda Mibo, Banda Aceh
4. Juara Harapan 1 group Ruhul Fata, Ajun, Aceh Besar.
5. Juara Harapan 2 group Pemuda Engking, Aceh Besar.
6. Juara Harapan 3 group Raudhatul Asyarah, Lampasi, Aceh Besar.


Monday, 1 May 2017

Meneropong Keindahan Kota Takengon dari puncak Pantan Terong

Aula Andika Fikrullah Albalad

" Besok kita sudah di lobi jam 6 yaa" ujar mas Haris.
" Siap" sahut ku bersama yang lain. Sambil menanyakan dalam hati ke mana yaa tim ini akan berlabuh esok, pagi pulak nto. Bakal ngeganggu waktu jalan-jalan ke pasar nih.


Saat akan kembali ke kamar, bang Yudi si blogger koyok yang sudah terlebih dahulu terlelap sejak sore itu ku coba bangunkan. " bang besok sudah harus di lobi jam 6 yaa, kita akan ngeexplore terong " terang ku.

Setengah sadar iya menjawab " heem" dan kembali menarik selimut tebal milik Bayu Hill itu.

Sambil mempersiapkan diri untuk menunaikan shalat isya. Aku bertanya " Terong, what kind of place that" sesampai di mesjid yang jaraknya hanya 200 meter dari hotel, aku juga masih mencoba mencuri info dari jamaah. Mana tau mereka akan mengeluarkan kalimat yang aku inginkan itu. Ah, ternyata tidak. Tak satu pun dari jamaah yang notabennya lebih tua dari ku itu yang membahas tentang terong.

"Sudah lah, besok pagi akan kita lihat seluas apa dia. Ia tak lebih dari kebun terong yang saking luasnya oleh pemerintah menjadikannya sebagai salah satu objek wisata yang wajib di kunjungi kala ke Takengon, Aceh Tengah." gemuruh batin ku.

Biasanya, selepas shalat subuh aku sering memanfaatkan waktu untuk keliling ke sekitaran hotel sambil menikmati hujan kabut yang begitu eksotis. Tapi, pagi ini rutinitas itu tidak ku jalankan mengingat jam 6 sudah akan berangkat. Jadinya langsung kembali ke kamar dan bergegas kembali ke lobi.

Saat turun ke lobi tidak ku temukan satu orang pun anggota tim pesona Indonesia ini. "Pada kemana yaaa, jangan-jangan udah pada go" kata ku.  Lirik ke jam dinding hotel. What, ternyata masih jam 5:40. Hahahaha. 

Akhirnya ku putuskan kembali ke kamar, ya lumayan untuk menghangatkan diri dari ancaman kedinginan. Yang suhu di pagi ini mencapai 15 derajat kisar ku.

Rasa was-was takut telat membuat ku hampir tiga kali naik turun ke lantai satu untuk memastikan apakah tim sudah siap dan pada giliran yang ke empat akhirnya terlihat lah bang Andi, bang Haris dan bang Ucok sudah steady dengan aneka peralatan elektroniknya.

" Yudi mana? " sapa bang Haris.
" Masih di kamar bang, tadi udah aku bangunin. Mungkin sedang di kamar mandi bang, coba aku cek lagi yaa" kata ku

Naik lagi ke kamar, rasanya betis ku makin Ade Rai saja hari ini akibat naik turun lantai 2 ke lantai 1. Lift ada, tapi tidak ku gunakan. Hitung-hitung olahraga sih, hehehe. 

Menunggu hampir 30 menit, akhirnya semua anggota tim sudah siap melaju bersama Avanza dan Axio putih.

Dalam perjalanan mengintari kota Takengon ini, aku masih saja penasaran. Apa yang ditawarkan oleh tempat ini yaaa, sehingga tim wonderful Indonesia ini harus bergegas begitu awal untuk ke sana.
Jalanan yang tak begitu padat membuat lenggak lenggok mobil yang di supiri oleh bang Agus ini, begitu nyaman untuk di nikmati. Jalanan yang sudah teraspal hitam semakin menambah rasa kantuk. Berasa seperti sedang di ayun-ayun jadinya. Belum lagi ditambah gigitan udara yang begitu lembut menyentuh relung tulang.


Kurang lebih sepuluh menit kemudian, jalanan mulai berubah sedikit menanjak tapi masih cukup nyaman untuk melanjutkan tidur, namun ku katakan tidak, aku tidak mau melewatkan pemandangan yang begitu indah ini. Hamparan kebun kopi, batang pisang dan pohon mangga serta kicaun burung begitu semangat menyapa matahari yang malu untuk menampakkan wujudnya.

Tiba saja, mobil yang aku, bang Haris dan bg Andi tumpangi ini berhenti!
" Tak kuat naik ini, kita pakai avanza saja yaaa. Jadinya dua kali trek. Silakan lanjut dulu rombongan yang pertama, setelah sampai di puncak nanti jemput lagi." ungkap bang Agus.

Pemberhentian yang tiba-tiba itu ku manfaat kan untuk mengakrabkan diri dengan sekitar.


Tak lupa, kamera Lumic Panasonic dan Asus Zenfone 5 ku keluarkan dari tas untuk mengabadikan keindahan yang Allah ciptakan ini.


Menunggu hampir 5 menitan, aku dan rombongan kembali melanjutkan ke tujuan.
Hamparan dedaunan yang hijau muda ditambah embun yang masih belum mau lekas darinya sungguh telah membuat mata ku terhipnotis.
Pemandangan seperti ini takkan pernah bis aku dapatkan jika kembali ke ibukota.  Macet, knalpot kendaraan, bunyi klakson, pelanggar lalu lintas rasanya sejenak terlupakan.


"Kita tiba! " ucap bang Agus
"Mana kebun terongnya" tanya ku dalam hati.


Pantan Terong, begitu lah masyarakat biasa menyebutnya. Tidak ada terong apalagi terasi di sekitar sini. Yang tersajikan di depan mata sekarang adalah sebuah pemandangan alam yang sangat indah. Danau Laut Tawar, Bandara Udara Rembele, Pancuan Kuda Belang Bebangka dan seluruh kota Takengon akan terlihat jelas dari sini.Tempat ini berada di ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut dan udara yang begitu sejuk. Ketinggian ini yang menyebabkan gumpalan awan begitu lembut menyapa kedatangan tim pesona takengon ini. 
Danau Laut Tawar ditutupi awan




Pantan Terong telah berbenah. Iya, 2013 silam. Tempat ini tak lebih dari hutan belantara. Terlebih kala gempa yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah 2013 silam semakin menambah kesan buruk tempat ini. Alhamdulillah, Agustus 2014 tempat ini kembali menjadi primadona wisata alam di Aceh Tengah. Eksotisme Aceh Tengah dan Bener Meriah akan dengan mudah terlihat dari tempat ini.






Untung saja, baterai kamera dan smartphone telah terisi dengan penuh. Sehingga alam indah yang Dia ciptakan ini tidak luput dari cepretan. Terima kasih alam, engkau mengajarkan ku banyak hal. Keindahan yang Kau siapkan ini telah membuat diri ini semakin sadar bahwa alam diciptakan bukan untuk di rusak melainkan untuk di jaga. Ketika kita mampu berdamai dengan alam, sungguh alam juga akan berdamai dengan kita, yang lambat laun ia akan mengajari kita akan pentingnya bahwa Dia lah Sang Maha Pemberi Pembelajaran.

Monday, 10 April 2017

Pustaka Unsyiah Akhir Dari Segala Pencarian

Aula Andika Fikrullah Albalad
Siapa sangka, pencarian selama bertahun membuahkan hasil.

Saat SD dulu, ruang kepala sekolah menjadi ruang menepi kala istirahat tiba. Paling banyak tiga orang, itu pun sudah dengan si kepala sekolah. Tumpukan buku di sana menjadi alasan ruang ini ku pilih. Ketika menginjak kaki di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2008 silam, gudang sekolah adalah ruangan yang setia ku kunjungi. Meski hanya di temani oleh seorang guru berkacamata yang tebalnya hampir 4 cm tak lantas memudarkan semangat  ku dan dua teman untuk berlama-lama di sana. Siswa lainnya lebih memilih kantin dan lapangan voli sebagai tempat tongkrongan mereka kala itu. Telah ku coba ajak mereka untuk mengubah haluan, dari kantin menjadi pustaka. Tapi tidak berhasil!

"Apek, panas, banyak aturan, pengap" menjadi alasan yang kerap teman-teman lontarkan.

Tak ubahnya di waktu SMP. Kala menempuh pendidikan di madrasah aliyah dan di awal bangku perkuliahan pun, pustaka masih juga menjadi rumah hantu. Wajar, jika kemudian mereka yang sering mengunjungi pustaka mendapat predikat super unik yakni penghuni rumah hantu, si buta dari rumah hantu, si kutu buku dan lain sebagainya.

Atas dasar pengalaman ini lah, saat mengikuti serangkaian proses pemilihan Raja Baca Aceh 2014 silam, dalam tahapan tes tulis. Dengan gamblangnya ku jawab pertanyaan "  Apa yang harus dilakukan agar pengunjung pustaka betah berlama-lama di pustaka?"

Jawaban yang mengantarkan ku sebagai Raja Baca Aceh 2014 itu adalah suatu pustaka akan menjadi tongkrongan pilihan dan favorit apabila pendingin ruangan berfungsi dengan baik sehingga pengujung tidak kepanasan, tata letak buku dirapikan, semua ruangan memiliki akses terhadap internet, cat dinding harus lebih eye catching, koleksi buku yang up to date  dan yang tak kalah penting pegawainya harus lebih friendly serta mampu melayani kebutuhan pengujung dengan baik. 

                                    "Pucuk di cinta ulam pun tiba!






Retetan kata yang ku padukan di atas lembaran A4 itu, kini dengan mudahnya ku  nikmati di Pustaka Unsyiah.

Dr Taufiq Abdul Gani. S.Kom. M. Eng. Sang maestro yang telah menyulap rumah hantu itu menjadi pilihan tongkrongan masyarakat Unversitas Syiah Kuala dan Aceh. Pustaka Unsyiah, bukan lagi sekedar ruangan dengan sejuta buku. Namun lebih dari itu, Pustaka Unsyiah kini telah mentransformasi diri sebagai Ratu Sejagat yang kecantikannya mampu membuat semua mata tertuju padanya.


Gedung Pustaka Unsyiah, tampak dari depan sumber: detakunsyiah.com

Aceh yang terkenal dengan kota 1000 warung kupi (warkop) tak luput dari perhatian sang kepala UPT. Beliau tau bahwa local wisdom ini merupakan bonus yang harus dilirik oleh dunia akademik. Maka sudut berukuran tak lebih dari 12*5 meter yang terletak di kanan pintu masuk, ia pilih sebagai ruangan untuk menyediakan aneka olahan kopi Aceh. Hadrah Company menjadi partnernya dalam menyebarkan aroma harum sang biji hitam ini. Hadirnya warkop ini sekaligus menegaskan dan menjawab tantangan yang diberikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala yang menantang mahasiswa untuk minum kopi di pustaka.

Penulis sedang berdiskusi ria bersama Atase Pendidikan Thailand, Dr Yunardi. M.Sc  di warkop Pustaka Unsyiah

Menoleh lima derajat ke kanan, kita akan ngelihat panggung mini dan dinding yang terbalut dengan ornament yang begitu menawan. Ini lah TKP-nya Relax & Easy, sebuah pertunjukan seni yang hadir tiap rabu siang, 14:30:15:00 WIB. Siapa saja tanpa terkecuali bisa dengan mudah menyalurkan hobinya di ajang paling bergengsi ini. Mau atraksi sulap, nyanyi, puisi, stand up comedy atau bahkan lamar si dia. Its oke, for free kok!


Pengenalan Duta Baca Unsyiah 2017 pada acara relax and easy

Sang kepala UPT atau yang lebih akrab disapa Pak Topgan bersama punggawanya ini, paham dengan baik bahwa mereka tidak sedang melayani generasi yang oleh Baby Boomer disebut generasi X (lahir tahun 1965-1980) melainkan mereka sedang melayani generasi Y yakni generasi yang banyak menggunakan teknologi komunikasi instan, seperti email, sms, dan media sosial.

Just klik

Jangan malu untuk ask a librarian

Karenanya free access internet for unlimited mereka hadirnya di semua ruangan. Tentu ini sangat menunjang produktivitas para pengunjung, yang notabennya adalah mahasiswa dan dosen dalam menyelesaikan tugas penelitian mereka. Hadirnya aplikasi UILIS juga semakin memudahkan pengunjung mencari referensi semisal tesis dan jurnal. Cukup klik UILIS dari gengaman, maka kita sudah bisa full access ke e-theses and dissertation, Journal Unsyiah, OPAC, Science direct, Springer, PQDT Open, Proquest, Unsyiah Union Catalogue, dan E-Resources Perpustakaan Nasional.



aplikasi UILIS yang bisa dengan mudah kamu dapatkan di playstore


Untuk kamu yang belum memilikinya bisa klik disini


Bagi yang belum terbiasa dengan hal diatas, tetap tenang, karena masih bisa meminjamnya melalui Self Loan Station (sistem peminjaman mandiri). Atau mau memperbanyaknya, silakan ke petugas. Dua mesin fotocopi yang tersedia di bawah tangga lantai 1 dan di depan cafeteria cukup membuat bahan yang kamu perbanyak selesai dengan cepat.

Petugas sedang melayani pengunjung


Sebagai upaya mempertahankan mutu,  pustaka Unsyiah juga menyediakan emoticon yang bisa kamu gunakan tiap harinya

Selain antri, kamu juga bisa meminjam buku menggunakan mesin peminjaman mandiri. Tampak pengunjung sedang mengoperasikan self loan system

Kemudahan ini pada dasarnya turut mendukung bagi mereka yang ingin mengadakan pertemuan-pertemuan serupa seminar/workshop. Pustaka Unsyiah kembali menyejukkan hati kita semua dengan menyediakan ruang seminar di Lantai 1 dengan kapasitas 150 orang, di lantai 2 berkapasitas 30 orang dan di lantai 3 yang bisa diisi oleh hampir 150 orang dan paling penting its free! Tinggal mengirim surat permohonan pemakaian tempat dengan menyertakan tanggal pemakaian dengan jelas, maka apabila ruangan kosong maka dengan leluarsa bisa menikmati segala fasilitasnya (sound system, penyejuk ruangan, infocus, layar dan lain-lain).


Pengunjung sedang sibuk dengan segala aktifitasnya

Sofa empuk ini tersedia di lantai 1
Bahkan sepengalaman penulis sendiri, pihak pustaka bersedia menyediakan publikasi acara berupa banner berukuran 4*5 m, spanduk, makanan dan minuman serta uang saku untuk pematerinya. Yaaa, kalau di rupiahkan mencapai angka lebih dari setengah juta rupiah. Tentu sangat membantu untuk sebuah kegiatan yang diorganisir oleh organisasi kemahasiswaan.

Ruang kedap suara yang saking nyamannya bisa membuat kamu lupa kalau sedang di pustaka

Tersedia juga galeri mungil yang menyediakan aneka cinderamata


Pengunjung sangat sadar kalau kerapian adalah yang utama

Pengunjung sedang memperhatikan salah satu koleksi galeri

Selain itu, tayangan tv edukasi yang tertempel dengan baik di dinding sebelah kiri pintu masuk semakin mengupgrade wawasan pengunjung. Channel Natgeowild  penulis lihat adalah program yang tiap hari menghiasi layar kaca ini.


TV layar datar di dinding kiri pintu masuk

Aneka perubahan yang tercipta di Pustaka Unsyiah ini tak lantas membuat pengelolanya berpuas diri dan hanya mengayuh kaki.  Tapi sebaliknya mereka terus memantaskan diri untuk mewujudkan visi UPT Perpustakaan Unsyiah di 2018 sebagai Perpustakaan yang terkemuka dan berdaya saing di Asia tenggara.

Sebagai pengunjung setia, penulis sangat yakin jika misi ini akan tercapai dengan baik, terlebih melihat aneka proses dan kerja keras yang dilakukan oleh tim yang dinahkodai oleh doktor Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala ini. Namun untuk mempermulus perjalanannya, berpatokan pada misi diatas, penulis menyarankan ada baiknya jika pengumuman yang disediakan oleh perpustakaan, seperti saat mengingatkan akan tibanya waktu shalat,  istirahat menjelang magrib, penertiban pengunjung, dan lain-lain selain di umumkan menggunakan bahasa ibu pertiwi (bahasa Indonesia) maka juga ditambah dengan menggunakan bahasa international (Inggris). Jadi wujud nyata menjadikan pustaka yang Go-International akan lebih terasa. Yaa, hitung-hitung untuk membuat mahasiswa terbiasa, jadi skill listening mereka semakin terasa.Dan angka 550 akan dengan mudah mereka catat di sertifikat TOEFL.


Serah terima sertifikat ISO kepada Rektor Universitas Syiah Kuala didampingi oleh Ka. UPT Perpustakaan Unsyiah
sumber: okezone.com
People person!

“Orang sukses adalah mereka yang bisa mengajak orang lain untuk sama-sama meraih sukses” kalimat ini penulis dapatkan saat menghadiri sebuah acara di Depok, September 2013 silam.

Ini lah yang di lakukan oleh pak Taufiq. Keberhasilan ia bersama tim dalam meraih sertifikat ISO bagi Pustaka Unsyiah ia sebarkan kiat-kiatnya untuk yang lain.  Ia tidak ingin jika segala kesuksesan yang telah ia raih sejak 28 juni 2016 ini hanya untuk dinikmati oleh Unsyiah semata.

Berikut ini daftar sebagai pembicara Ka. UPT Perpustakaan Unsyiah sejak 2013-sekarang yang penulis dapat dari hasil wawancara dengannya beberapa waktu lalu

Tabel rincian undangan sebagai pemateri UPT Kepala Perpustakaan Unsyiah


Pustaka Unsyiah hadir tidak hanya menjadi angin segar bagi dirinya sendiri, namun kehadirannya juga menguntungkan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh dan daerah sebagai tempatnya bernaung.

Mari kita perhatikan bersama-sama!

Semenjak Unsyiah hadir di bumi syariat Islam ini pada awal 1961 silam. Ia tak ubahnya hanya sebuah institusi pencetak sarjana semata. Seiring berjalannya waktu, inovasi-inovasi terus diciptakan hingga pada akhirnya mimpi para founding father Unsyiah yang menginginkan kampus ini tidak hanya menjadi Kampus Kebanggaan Aceh semata pun berhasil digapai. Kado dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di penghujung 2014 silam yang secara tegas menyatakan bahwa Unsyiah memperoleh akreditasi A dari sebelumnya C adalah bukti konkret bahwa Unsyiah benar-benar mewujudkan diri sebagai kampus kebanggaan Aceh. Prestasi ini bukan lah sebuah hasil tanpa kerja keras.  Tentu ada ratusan liter keringat yang tumpah di dalamnya.  Kolaborasi elemen masyarakat Unsyiah menjadi kuncinya. Tentu sertifikat yang disahkan oleh Drs. Muh. Syarif Bando, MM ini menjadi salah satu faktor utama bagi Unsyiah untuk bergabung ke dalam tiga universitas di luar Jawa yang berhasil meraih akreditasi A.

Kehadiran Pustaka Unsyiah bagaikan seember air di tengah teriknya matahari. Ia hadir membawa secercah harapan bagi sekitarnya. jati dirinya tak lagi dianggap sebagai beban melainkan sebagai asupan utama bagi sebuah kesuksesan. Sebagaimana yang postingan sang Ka.UPT di laman akun facebook miliknya mengatakan bahwa, untuk pertama kalinya dalam rapat dengar pendapat komisi E senat Universitas Syiah Kuala, pihak Pustaka Unsyiah yang diwakili oleh pak Taufiq hadir sebagai pihak yang dimintai ide cemerlangnya. Tentu bukan sebuah pekerjaan mudah untuk bisa mencapai semua ini. Tanpa kerja keras dan kerja nyata, semua ini hanya lah hayalan semu semata.

Rapat dengar pendapat bersama Komisi E
Sumber: Facebook.com/taufiqabdulgani
Sebagai putra daerah yang baik sudah menjadi kewajibannya untuk membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik. Kontribusi Pustaka Unsyiah tidak hanya untuk Unsyiah, ia turut hadir secara langsung dalam mendukung Aceh sebagai daerah yang baru saja memenangkan predikat World Best Halal Destination.

Hadirnya sejumlah visitor mancanegara seakan mempertegas kontribusi Pustaka Unsyiah dalam mendukung dunia pariwisata di Bumoe Seramoe Mekkah ini.

1.     Kunjungan University Selangor (UNISEL), Kolej Universiti Islam Selangor (KUIS) dan Universiti Perubahan antarbangsa (IMU) Ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 02 Juni 2014. Jam 08.30 Wib (7 Orang).

2.     Kunjungan Sempena Program pengembaraan USIM Global Islamic Students Outreach (GISO) 2016: Here a Voice Of Care (Havoc), Banda Aceh. Pada Tanggal 24 Agustus 2016 Jam 09.00-14.00 Wib (19 orang).

Bahkan pejabat negara sekelas dubes pun tak sungkan untuk singgah di gedung tua ini. Dia lah dubes Korea yang hadir dan turut menyumbangkan lagu dalam acara relax and easy beberapa waktu lalu.

Pustaka Unsyiah telah menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Kunjungan lembaga luar negeri itu turut menambah daftar panjang kunjungan sekolah/universitas luar Unsyiah ke Pustaka Unsyiah.

Berikut sekolah/universitas dalam negeri yang melakukan study banding ke Pustaka Unsyiah:

3.     Universitas Jabal Ghafur Sigli Magang di perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 18 februari s.d 04 Maret 2013,
4.     Kunjungan Mahasiswa Politeknik Negeri Medan ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 18 Februari 2016. Jam 14.30 Wib.
5. Kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Cot Langsa Ke Perpustakaan Unsyiah. Pada Tanggal 20 Februari 2016. Jam 09.00-10.00 Wib.
6. Kunjungan Siswa/i Kelas XII IPA /IPS MAN Sabang  Ke Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. PadaTanggal 11-17 April 2016. Jam 08.30-12.30 Wib (30 Siswa).
7.     Mengikuti Kegiatan Domestic Non-Degree Training Pada Project 7in 1 Unlam Tahun 2016 Berupa Magang pada Program Pedoman Sistem Layanan Perpustakaan berbasis Digital Universitas Lambung Mangkurat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pada Tanggal 22-29 Mei 2016.
8.   Kunjungan mahasiswa/i Fakulti sains dan Teknologi (FST), Islamic Science university of  Malaysia pada Tanggal 24 Agustus 2016. Jam 10.00-13.00 Wib.
9.   Kunjungan Siswa/i Madrasah MA Sabang Negeri Sabang  Ke Perpustakaan Universitas Syiah Kuala. Pada Tanggal 19 April 2017. Jam 08.30-10.30 Wib (50 Siswa).

Semoga dengan segala fasilitas dan kenyaman yang kini terdapat di Pustaka Unsyiah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penghuninya, baik itu para mahasiswa dan dosen, dalam menunjang salah satu poin tri darma perguruan tingginya maupun oleh masyarakat Aceh pada umumnya. 

Setau penulis, sebagai orang yang suka bergelantungan ke hampir seluruh pustaka, terutama yang ada di Aceh dan beberapa pustaka yang ada di luar Aceh dan pulau Sumatra,  Pustaka Unsyiah adalah satu-satunya pustaka dengan predikat terbaik, terlengkap dan ternyaman yang pernah ada di Nusantara.


Akhir kata, #AyoKepustaka #Ayomembaca #Acehberjaya #pantangpulangsebelumdiusir 


http://library.unsyiah.ac.id

Wednesday, 5 April 2017

Lomba Blog Elevenia 2017: Jawaban Atas Doa Ku Dalam Menyiapkan Kado Untuk Bapak

Aula Andika Fikrullah Albalad
13 tahun ia pergi menghadap Yang Maha Kuasa. Saat itu, aku masih duduk di bangku sekolah dasar dan belum tau dengan baik makna dibalik kata meninggal. Ibu dan saudara-saudara ku hanya mengatakan "Bapak ada keperluan, harus pergi dan tidak bisa tidur di rumah lagi. Ini tempat tidurnya sekarang" sambil menunjukkan tumpukkan tanah yang sudah mengering itu.

Hari-hari terus ku jalani tanpa belaian kasih, cinta dan perhatian seorang bapak. Kepergiannya yang begitu mendadak membuat ku sepi. Hal ini berbeda dengan mereka yang selalu bisa bermesraan dan bermanja ria dengan orang tua laki-laki mereka.

Aku tidak!!

Acap kali rasa iri dan cemburu muncul pada mereka yang tiap lebaran tiba selalu merenggek meminta di belikan baju baru "Pak, adek mau baju model kayak gini, kapan bapak beli? " lontaran kalimat seperti itu hampir sepanjang ramadhan ku dengar.

Berbanding terbalik dengan ku, hampir tiap kali lebaran hanya mampu memakai baju bekas sumbangan orang lain. Baju baru merupakan barang mewah bagi ku dan keluarga.

Dalam lamunan yang berkepanjangan, aku sering memimpikan " Bapak, andai engkau masih ada. Ingin sekali ananda mu ini membelikan baju baru untuk mu yang dengannya akan membuat urat-urat dan kulit sawo matang mu tertutup. Tapi itu tidak pernah mungkin akan terwujud, sosok itu telah pergi dan takkan pernah kembali".

Walau demikian, aku tidak pernah berhenti berharap untuk dapat menghadiahkan sepotong baju untuk laki-laki bernama bapak itu.

Sepeninggalan bapak di awal 2004 silam, aku terus memanjatkan doa " Ya Allah, aku tau orang tua ku tidak akan mungkin bisa hadir lagi di muka bumi ini. Oleh karenanya izinkan Rasul Saw Yang Mulia itu hadir membimbing ku dalam menggapai ridha Mu Yang Maha Suci". lafad itu tidak pernah berhenti dari serantaian doa-doa yang ku panjatkan.

Hingga aku merasa, Allah bosen mendengar repetan ku dan menghadirkan sosok yang selama ini ku impikan itu. Beliau adalah, Prof. Dr. H. Mustanir. M. Sc, guru besar Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.


Abi dan keluarga di hari wisuda ku

Sejak 2012 silam, saat pertama kali ku bertemu dengan beliau. Aku melihat aura yang sangat berbeda di wajahnya.  Aura yang dapat membimbing ku dalam mengapai ridha Ilahi. Pancaran air wajah ketulusan yang terus mampu membuat ku bergairah dalam menjalani hari-hari. Sosok yang begitu siap menegur  kala aku berbuat silap, baik dari dalam bertutur kata maupun perbuatan.

Kala itu aku tidak berani, langkah dan bibir ku terasa kaku. Adapun jalan keluar yang ku tempuh adalah dengan tetap bermunajat kepada Allah agar aku tidak salah memilih.  Ini berbekal dari setumpuk pengalaman yang ku alami sebelumnya.

Iyaa, saat duduk di bangku SMP dan SMA, aku pernah mengidolakan beberapa sosok. Namun, akhirnya aku mendapati sebuah hal yang membuat ku menyimpulkan bahwa mereka itu adalah orang tidak dapat mendekatkan diri ku kepada Sang Pencipta dan tidak bisa mendukung ku untuk terus berbagi dan berbuat baik untuk masyarakat. Tapi malah akan menjauhkan ku dariNya dan membuat ku apatis terhadap lingkungan di sekitar ku.

Di pertengahan 2014. Aku menemukan akun facebook prof  dan memberanikan diri untuk mengirim pertemanan.

Saat aku mengenal beliau lebih dekat, sosok yang kini ku panggil dengan sebutan  abi ini, membawa ku kembali ingat akan mimpi ku dulu. Yakni, ingin sekali  menghadiahkan baju untuk orang tua laki ku.

Seperti biasanya, di setiap awal tahun aku selalu membuat resolusi yang wajib ku capai dalam tahun itu. Maka, di awal januari 2016 silam. Salah satu resolusi yang ingin ku gapai, sebagaimana tertera di no 10 di kertas A4 yang ku tempel di dinding kamar ku adalah membeli baju baru untuk Abi Prof hasil lomba atau kerja.


List target di 2016 silam

Untuk mengapai mimpi tersebut, puluhan aplikasi lomba dan lamaran kerja ku lempar. Namun hingga 2016  berakhir, aku belum mampu mengapai mimpi itu. Lomba-lomba yang ku ikuti tidak satu pun menunjuk ku sebagai juaranya, lamaran kerja yang ku lempar ke aneka perusahaan pun tak juga mendapat kabar bahagia. Aku merasa setengah gagal, sepotong baju saja tidak mampu ku persembahkan untuk dia yang ku cinta.

Tapi, kegagalan itu tidak membuat ku menyerah begitu saja. Malah membangkitkan semangat yang lebih. Maka, dengan tekad yang kuat dan keyakinan yang hebat. Kembali ku cantumkan dalam list mimpi yang wajib di gapai di 2017 ini adalah menghadiahkan sepotong baju dan sebuah jam tangan untuk Abi.



List target  di 2017

Abi adalah sosok yang berjibaku dengan berbagai pertemuan penting, baik formal maupun non formal. Hadiah baju yang ingin ku persembahkan selain untuk memenuhi mimpi kecil ku, juga untuk menghadirkan kehangatan agar beliau selalu fit dan baik penampilannya dalam berbagai situasi serta sebagai sebuah tanda sayang ku untuk nya. Adapun pilihan jam tangan, jatuh karena aku mau Abi untuk selalu bisa hadir dalam berbagai kegiatannya tepat waktu. Ilmu dan buah pikirannya sangat ditunggu oleh masyarakat saat ini, sehingga dengan jam ini Abi bisa selalu membuat banyak orang bahagia.


Aku merasa Allah telah menunjukkan jalan yang tepat bagi ku agar tahun ini bisa mewujudkan mimpi yang sempat tertunda itu.

Kehadiran lomba blog 2017 oleh Elevenia ini adalah jawaban atas segala doa yang selama ini ku panjatkan. Apalagi, saat aku tau bahwa salah satu topik kategorinya adalah Fashion. Aku berharap, tahun ini, di ulang tahun  Abi yang ke 51 juni mendatang. Aku bisa menghadiahkan sebuah kado yang di dalamnya berisikan baju

Aku tidak mau, mimpi ku itu tidak kembali terwujud di 2017. Meski aku sadar, se hebat apapun manusia berbuat, jika Allah tidak merestui maka tidak akan pernah ada hasilnya. Karena Allah jauh lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba-hambaNya..

Aku sangat percaya, Elevenia bisa membantu ku dalam mewujudkan mimpi itu. Oleh karenanya, wajar jika ku ucapkan terima kasih.



Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Aula Andika FA| Templatelib